Jakarta (ANTARA) - Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono melakukan panggilan telepon dengan Menlu Uni Emirat Arab (UAE) Sheikh Abdullah bin Zayed Al Nahyan, Rabu (4/3), untuk membahas situasi dan perkembangan terkini di kawasan Timur Tengah.
"Saya telah menelpon Menteri Luar Negeri UEA Abdullah bin Zayed untuk bertukar pandangan tentang perkembangan terkini di kawasan Timur Tengah, termasuk penilaian mereka terhadap serangan yang berdampak pada wilayahnya," kata Sugiono dalam keterangannya yang diunggah di X seperti dikutip di Jakarta, Kamis.
Sugiono menyampaikan simpati Indonesia atas jatuhnya korban jiwa serta menegaskan kembali komitmen Indonesia untuk menghormati kedaulatan dan integritas wilayah setiap negara.
"Saya menyampaikan simpati Indonesia atas korban jiwa dan menegaskan kembali posisi prinsip kami dalam menghormati kedaulatan dan integritas wilayah, serta menjunjung tinggi hukum internasional dan prinsip-prinsip Piagam PBB," imbuhnya.
Baca juga: Sugiono hubungi menlu Arab Saudi bahas upaya deeskalasi kawasan
Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa Indonesia tetap teguh dalam mendukung semua upaya menuju de-eskalasi.
Amerika Serikat dan Israel pada Sabtu (28/2) melancarkan serangan gabungan ke Iran, termasuk ibu kota Teheran, sehingga menimbulkan kerusakan infrastruktur dan menelan korban jiwa, termasuk Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei.
Iran kemudian membalas aksi militer itu dengan melancarkan serangan drone dan rudal ke Israel serta aset-aset AS di sejumlah negara Teluk.
Merespons eskalasi konflik di Timur Tengah, Indonesia menyerukan penghentian segera permusuhan tersebut serta menyatakan kesiapan untuk memfasilitasi dialog guna menciptakan kembali situasi kawasan yang kondusif.
Melalui pernyataan resmi, Kementerian Luar Negeri RI menyampaikan bahwa Presiden RI Prabowo Subianto bersedia bertolak ke Teheran untuk melakukan mediasi jika disetujui pihak-pihak yang bertikai.
Baca juga: Lewat surat, Prabowo sampaikan duka cita atas gugurnya Ali Khamenei
Baca juga: Prabowo telepon pemimpin Teluk di saat perang Iran-Israel
Pewarta: Asri Mayang Sari
Editor: Fransiska Ninditya
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































