Shell perkenalkan prototipe EV super irit bernama Triple 10 Challenge

4 days ago 6

Jakarta (ANTARA) - Perusahaan energi global Shell memperkenalkan prototipe mobil listrik terbaru bernama Triple 10 Challenge yang diklaim memiliki efisiensi energi lebih tinggi dibandingkan kendaraan listrik produksi massal yang saat ini beredar di pasar.

Mobil konsep tersebut dirancang untuk menunjukkan potensi teknologi pendinginan baru yang memungkinkan kendaraan listrik mengisi daya hampir secepat pengisian bahan bakar konvensional, tanpa harus mengandalkan teknologi mahal yang biasanya hanya tersedia pada mobil premium.

Nama Triple 10 Challenge merujuk pada tiga target utama yang berhasil dicapai kendaraan ini, yakni pengisian daya dari 10 persen hingga 80 persen dalam waktu kurang dari 10 menit, konsumsi energi hanya 10 kWh per 100 kilometer, serta jejak emisi karbon sepanjang siklus hidup kendaraan sekitar 10 ton CO2 ekuivalen.

Dilaporkan Drive pada Rabu waktu setempat, kunci utama efisiensi tersebut terletak pada sistem pendinginan baru yang merendam baterai dan motor listrik langsung dalam cairan pendingin.

Baca juga: BMW pamerkan konsep M3 listrik dengan tenaga tembus 1.000 kW

Berbeda dengan sistem konvensional yang menyalurkan cairan melalui pipa di sekitar komponen, metode ini memungkinkan baterai dan motor bekerja lebih lama pada suhu optimal sehingga mengurangi kehilangan energi.

Shell menyebut teknologi tersebut juga membantu meningkatkan efisiensi keseluruhan sistem penggerak listrik.

Meski tidak direncanakan untuk diproduksi massal, Triple 10 Challenge disebut sebagai kendaraan konsep yang dirancang untuk menginspirasi pengembangan generasi baru mobil listrik di masa depan.

Jika dipasarkan dalam bentuk saat ini, mobil tersebut berpotensi menjadi kendaraan listrik paling efisien di Australia maupun Eropa.

Baca juga: Beijing Auto Show 2026 tarik 1,28 juta pengunjung dan 71 mobil konsep

Konsumsi energinya yang hanya 10 kWh per 100 kilometer lebih baik dibandingkan Tesla Model 3 yang membutuhkan sekitar 12,5 kWh per 100 kilometer.

Prototipe ini menggunakan baterai berkapasitas relatif kecil, yakni 32 kWh atau sekitar setengah kapasitas baterai Tesla Model 3.

Namun, kendaraan tersebut diklaim mampu menempuh jarak hingga 320 kilometer dalam sekali pengisian daya.

Sebagai perbandingan, BYD Dolphin Essential membutuhkan sekitar 40 kWh energi untuk menempuh jarak yang sama berdasarkan konsumsi energi resminya sebesar 12,6 kWh per 100 kilometer.

Baca juga: Dreame pamerkan konsep mobil listrik dengan mesin pendorong roket

Keunggulan lainnya terletak pada kemampuan pengisian daya cepat.

Shell mengklaim baterai dapat diisi dari 10 persen hingga 80 persen dalam waktu 9 menit 54 detik.

Meski sejumlah kendaraan listrik BYD di China mampu mencatat waktu pengisian lebih cepat, performa tersebut membutuhkan daya pengisian hingga 1.500 kW.

Sebaliknya, Triple 10 Challenge mampu mencapai angka tersebut hanya dengan pengisi daya standar berkapasitas 175 kW.

Menurut Shell, sistem tersebut mampu menambahkan jarak tempuh sekitar 24 kilometer setiap menit selama proses pengisian berlangsung.

Angka itu hampir dua kali lipat dibandingkan kendaraan listrik pada umumnya yang rata-rata hanya memperoleh tambahan jarak tempuh sekitar 13 kilometer per menit pada pengisi daya serupa.

Baca juga: BYD kenalkan mobil konsep supercar FCB Formula X

Selain efisiensi energi, Shell juga menargetkan pengurangan emisi karbon selama masa pakai kendaraan.

Triple 10 Challenge diperkirakan menghasilkan jejak karbon sekitar 10 ton CO2 ekuivalen berkat penggunaan material daur ulang dan rendah karbon serta asumsi pengisian daya menggunakan 100 persen energi terbarukan.

Perusahaan memperkirakan angka tersebut sekitar 50 persen lebih rendah dibandingkan kendaraan listrik rata-rata yang dijual di Eropa saat ini.

Shell juga mengklaim Triple 10 Challenge menjadi kendaraan jalan raya pertama yang menerapkan arsitektur pendinginan satu sirkuit.

Dalam sistem ini, baterai yang beroperasi pada suhu lebih rendah menggunakan radiator yang sama dengan motor listrik dan perangkat elektronik pendukung.

Perusahaan menambahkan bahwa kombinasi sistem pendinginan baru dan desain baterai yang lebih ringkas memungkinkan biaya produksi paket baterai ditekan hingga 25 persen dibandingkan sistem konvensional.

Sebelumnya, Shell juga pernah memperkenalkan kendaraan super efisien bernama Project M sekitar satu dekade lalu. Mobil kota berukuran kecil tersebut menggunakan mesin tiga silinder ringan yang dikembangkan bersama desainer supercar McLaren F1.

Baca juga: Hyundai Ioniq masuk China, kenalkan mobil konsep "Venus" dan "Earth"

Pewarta:
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2026

Read Entire Article
Rakyat news | | | |