Jakarta (ANTARA) - Presiden Prabowo Subianto mengirimkan surat duka cita sebagai pernyataan belasungkawa atas wafat Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dalam serangan Amerika Serikat-Israel terhadap Iran.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan surat resmi yang ditulis Presiden Prabowo itu ditujukan kepada Presiden Iran Masoud Pezeshkian menjelang pemakaman Ali Khamenei dalam waktu dekat di Mashhad yang merupakan kota suci dan kota terbesar kedua di Iran.
"Menjelang pemakaman pemimpin tertinggi Iran yang direncanakan di Mashhad yang merupakan kota suci dan kota terbesar kedua di Iran dalam waktu dekat ini, Presiden Prabowo Subianto menulis surat duka cita atas wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei yang gugur dalam serangan militer pada awal Maret 2026," kata dia dikonfirmasi di Jakarta, Kamis dini hari.
Ia menjelaskan surat resmi berisi pernyataan belasungkawa mendalam itu diserahkan langsung oleh Menteri Luar Negeri Sugiono kepada Dubes Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi.
Baca juga: Korban tewas serangan AS di Iran capai 1.045 orang
Dalam unggahan foto di akun resmi @sekretariat.kabinet, Teddy membagikan foto Menlu yang sedang berjabat tangan dan berbincang dengan Dubes Iran.
Dalam pertemuan tersebut, Menlu Sugiono dan Dubes Boroujerdi membahas terkait eskalasi situasi di Timur Tengah akibat serangan AS dan Israel ke Iran yang memicu serangan balasan Teheran ke sejumlah lokasi di Teluk Persia.
Dalam kesempatan yang sama, Sugiono juga menekankan pentingnya sikap menghormati hukum internasional dan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), serta mendesak langkah diplomasi demi meredakan eskalasi yang terjadi.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, jenazah Ali Khamenei segera dimakamkan setelah gugur dalam serangan sepihak dari militer AS dan Israel terhadap Iran.
Pemerintah Iran memutuskan Ali Khamenei akan dimakamkan di Masshad, kota yang sama tempat ayahnya dimakamkan.
Baca juga: Prabowo ajak rakyat Indonesia jaga persatuan sikapi eskalasi di Teluk
Baca juga: Ketua MPR beri sinyal kemungkinan Indonesia keluar BoP
Pewarta: Mentari Dwi Gayati
Editor: M. Hari Atmoko
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































