Serangan dekat PLTN Bushehr dikhawatirkan picu radiasi besar di Iran

1 month ago 21

Moskow (ANTARA) - Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional (IAEA) Rafael Grossi menyatakan kekhawatiran atas serangan militer di sekitar Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Bushehr di Iran yang berpotensi memicu insiden radiasi besar.

Dalam pernyataannya pada Kamis (26/3), IAEA menyebut serangan militer dilaporkan menghantam di sekitar fasilitas tersebut, terakhir terjadi pada Selasa malam.

Grossi memperingatkan bahwa kerusakan fasilitas itu bisa menyebabkan kebocoran radiasi yang berdampak pada wilayah luas di Iran dan sekitarnya.

Ia menyerukan pihak-pihak yang bertikai untuk menahan diri "secara maksimal" untuk mencegah risiko tersebut.

Sementara itu, Organisasi Energi Atom Iran (AEOI) melaporkan adanya serangan baru terhadap PLTN Bushehr. Namun, tidak ada kerusakan maupun korban di kalangan staf, dan pembangkit tetap beroperasi normal.

Pada 17 Maret, serangan drone juga dilaporkan terjadi tanpa menimbulkan korban atau kerusakan.

Pada 28 Februari, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap target-target di Iran, termasuk di Teheran, yang menyebabkan kerusakan dan menewaskan warga sipil.

Iran kemudian membalas dengan menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer AS di Timur Tengah.

AS dan Israel awalnya menyatakan serangan "pencegahan" itu diperlukan untuk menghadapi ancaman dari program nuklir Iran. Namun, belakangan mereka menegaskan keinginan melihat perubahan kekuasaan di negara itu.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti

Baca juga: AS dan Iran akan berunding di Pakistan akhir pekan, kata IAEA
Baca juga: IAEA ajak semua pihak menahan diri usai serangan baru terhadap fasilitas nuklir Iran

Penerjemah: Yoanita Hastryka Djohan
Editor: Anton Santoso
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |