Jakarta (ANTARA) - Manajemen Satria Muda Pertamina Bandung resmi menghentikan aktivitas pemain muda Karl Gloria bersama tim hingga berakhirnya kompetisi IBL 2026 setelah Karl dinilai melakukan tindakan indisipliner yang melanggar kode etik dan prinsip dasar organisasi yang selama ini dijunjung tinggi oleh SM.
Direktur Teknik Satria Muda Pertamina Bandung Youbel Sondakh dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat, mengungkapkan bahwa keputusan ini telah melalui proses evaluasi internal serta komunikasi intensif antara pemain, pelatih, dan manajemen.
Pihak klub mengakui adanya konsekuensi teknis bagi kekuatan tim, namun integritas organisasi tetap menjadi prioritas utama di atas kepentingan individu pemain.
"Jujur, dari manajemen sangat menyayangkan hal ini terjadi karena kami melihat bahwa Karl adalah pemain yang mempunyai potensi dan talenta yang mumpuni untuk menjadi pemain yang hebat ke depannya," ujar Youbel.
Youbel menegaskan bahwa sanksi tersebut tidak diambil secara sepihak, melainkan mempertimbangkan prinsip-prinsip klub yang tidak bisa dikompromikan. Standar kedisiplinan dipandang sebagai fondasi utama bagi Satria Muda dalam membangun tim yang kompetitif demi mengejar gelar juara di kasta tertinggi bola basket nasional.
Baca juga: Jadi direktur olahraga, Youbel ingin kembali bangun kerangka tim SM
"Bagi kami, standar disiplin adalah fondasi utama. Untuk bisa berprestasi, kedisiplinan adalah nilai yang tidak dapat ditawar," kata mantan pelatih kepala Satria Muda tersebut.
Pelatih Kepala Satria Muda Djordje Jovicic turut memberikan pandangannya dari sudut pandang teknis lapangan. Menurut Jovicic, masalah kedisiplinan memiliki dampak langsung yang signifikan terhadap dinamika dan persiapan tim di tengah ketatnya persaingan liga.
"Bola basket dibangun di atas kepercayaan, tanggung jawab, dan rasa saling menghormati," tutur Jovicic menjelaskan filosofi kepelatihannya.
Jovicic menambahkan bahwa keputusan terhadap Karl Gloria sudah disampaikan secara langsung kepada seluruh anggota skuad sebagai pengingat akan pentingnya mematuhi aturan tim. "Pesan saya jelas: kami saling menghormati, mematuhi aturan, dan tetap fokus pada tujuan bersama," tegas pelatih asal Serbia tersebut.
Manajemen Satria Muda juga menyampaikan apresiasi atas kontribusi yang telah diberikan Karl Gloria selama dua musim membela klub. Meski telah dijatuhi sanksi berat, manajemen berharap Karl dapat mengambil pelajaran berharga dan terus melanjutkan karier profesionalnya di dunia bola basket Indonesia di masa mendatang.
Baca juga: Satria Muda pimpin IBL 2026 setelah kalahkan Satya Wacana 97-59
Pewarta: Aditya Ramadhan
Editor: Junaydi Suswanto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































