RUPSLB PP Presisi sepakati divestasi Rp1,6 T demi perkuat likuiditas

1 hour ago 2
Aksi korporasi tersebut juga sejalan dengan program Penataan dan Pengelolaan Anak Perusahaan BUMN

Jakarta (ANTARA) - Perusahaan BUMN sektor konstruksi PT PP Presisi Tbk (PPRE) dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Independen menyepakati pelepasan seluruh kepemilikan saham (divestasi) pada PT Lancarjaya Mandiri Abadi (PT LMA) kepada PT Lancarjaya Investama Abadi dengan nilai transaksi mencapai Rp1,6 triliun.

Langkah strategis itu bagian dari upaya perseroan untuk memperkuat struktur keuangan melalui pemenuhan kewajiban kepada kreditur, menurunkan beban bunga, meningkatkan likuiditas, serta memperkuat modal kerja guna mendukung kegiatan operasional dan pengembangan usaha ke depan.

“Aksi korporasi tersebut juga sejalan dengan program Penataan dan Pengelolaan Anak Perusahaan BUMN, sebagai bagian dari upaya peningkatan efektivitas pengelolaan portofolio dan penciptaan nilai jangka panjang bagi pemegang saham,” ujar Direktur Utama PPRE Rizki Dianugrah dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat.

Rizki mengatakan berbagai langkah strategis perseroan merupakan bagian dari transformasi berkelanjutan untuk menciptakan struktur bisnis yang lebih kuat dan adaptif terhadap perubahan pasar.

"Kami terus berfokus pada penguatan fundamental, optimalisasi portofolio bisnis, serta peningkatan efisiensi operasional guna menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan dan memberikan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan," ujar Rizki.

Perseroan juga menggelar RUPSLB Tahun 2026, yang menyetujui perubahan susunan dewan direksi dan dewan komisaris, sebagai bagian dari penguatan tata kelola dan kepemimpinan perusahaan.

Susunan dewan komisaris dan direksi PP Presisi hasil RUPSLB Tahun 2026, diantaranya ;

Dewan Komisaris

  • Komisaris Utama/Komisaris Independen : Narwanto
  • Komisaris : Maulana Malik Ibrahim
  • Komisaris : Albert Simangunsong

Dewan Direksi

  • Direktur Utama : Rizki Dianugrah
  • Direktur Keuangan & Human Capital Management : Ramlan Nurdiansah
  • Direktur Operasi : Yovi Hendra

Tahun buku 2025, PP Presisi mencatatkan pendapatan konsolidasi senilai Rp3,9 triliun, atau tumbuh 4 persen year on year (yoy) dibandingkan tahun sebelumnya senilai Rp3,8 triliun.

Pada periode sama, perseroan juga mencatatkan rasio likuiditas (Current Ratio) sebesar 1,15 kali, atau tetap berada di atas batas covenant perbankan sebesar 1,1 kali.

Sementara itu, rasio utang berbunga terhadap ekuitas (Interest Bearing Debt to Equity Ratio) berada pada level 0,86 kali, yang juga di bawah batas covenant.

Baca juga: Kontrak baru PP Presisi senilai Rp6,7 triliun pada Desember 2023

Baca juga: PP Presisi raih laba bersih Rp34,63 miliar di semester I 2023

Pewarta: Muhammad Heriyanto
Editor: Ahmad Wijaya
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |