Litbang Kompas: Kepercayaan publik pada Polri naik jadi 82,4 persen

2 hours ago 3

Jakarta (ANTARA) - Survei Persepsi Masyarakat dan Evaluasi Kinerja Polri Triwulan II Tahun 2026 yang dilakukan Litbang Kompas mencatat tingkat kepercayaan publik terhadap Polri meningkat menjadi 82,4 persen.

Kenaikan tingkat kepercayaan tersebut diikuti peningkatan sejumlah indikator penilaian publik terhadap institusi kepolisian.

Sebagaimana rilis Survei Litbang Kompas diterima di Jakarta, Jumat, citra positif Polri naik dari 64,4 persen pada 2025 menjadi 71,5 persen pada 2026. Sedangkan tingkat kepuasan masyarakat terhadap layanan kepolisian meningkat dari 65,3 persen menjadi 67,6 persen.

Survei juga menunjukkan penilaian masyarakat terhadap profesionalitas pelayanan Polri meningkat.

Skor profesionalitas naik dari 7,76 pada tahun sebelumnya menjadi 8,37 berdasarkan rata-rata indeks terhadap 20 aspek pelayanan yang dirasakan responden yang pernah berhubungan langsung dengan Polri, seperti pengurusan dokumen kepolisian, pelayanan administrasi hingga kegiatan pengamanan dan patroli.

Litbang Kompas mengaitkan peningkatan citra positif Polri dengan semakin banyaknya pelibatan personel kepolisian sebagai ujung tombak pelayanan kepada masyarakat di lapangan.

Selain itu, sebanyak 80 persen responden menyatakan fasilitas pelayanan di kantor kepolisian kini sudah nyaman. Secara umum, 80,6 persen responden juga menilai kinerja Polri semakin baik dibandingkan tahun sebelumnya.

Survei Persepsi Masyarakat dan Evaluasi Kinerja Polri Triwulan II Tahun 2026 diselenggarakan Litbang Kompas pada 9-18 April 2026 melalui wawancara tatap muka terhadap 1.200 responden di 38 provinsi.

Pengambilan sampel dilakukan secara acak menggunakan metode pencuplikan sistematis bertingkat dengan tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of error sebesar 2,83 persen.

Baca juga: Polri komitmen tingkatkan layanan usai penilaian survei Litbang Kompas

Pewarta: Devi Nindy Sari Ramadhan
Editor: Benardy Ferdiansyah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |