Pekanbaru, (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Riau kembali menerima tambahan dukungan satu unit helikopter water bombing yang akan digunakan untuk mendukung operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan dari udara.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau Edy Afrizal mengatakan saat ini terdapat dua helikopter yang disiagakan untuk mendukung penanganan karhutla di Riau. Satu helikopter water bombing dan lainnya untuk patroli.
Baca juga: BNPB: Luasan lahan terbakar di Riau capai 15 ribu hektare
"Kita akan mendapat tambahan satu helikopter water bombing lagi. Saat ini masih dalam perjalanan dari Australia menuju Indonesia,” katanya di Pekanbaru, Rabu.
Sebelumnya, lanjut dia, sejatinya sudah ada dua unit helikopter water bombing di daerah ini. Akan tetapi, satu di antaranya untuk sementara diperbantukan ke Provinsi Aceh guna membantu penanganan karhutla di daerah tersebut.
“Untuk saat ini satu helikopter water bombing sedang diperbantukan ke Aceh. Nanti setelah tugasnya selesai akan kembali lagi ke Riau,” ungkapnya.
Dia mengatakan penambahan armada tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kesiapsiagaan memasuki musim kemarau yang mulai dirasakan di sejumlah wilayah. Tambahan armada ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pemadaman titik api dari udara sekaligus mempercepat respons apabila terjadi kebakaran di wilayah yang sulit dijangkau melalui jalur darat.
Baca juga: BNPB: Karhutla di Riau menjadi salah satu kejadian menonjol nasional
Baca juga: BNPB: Karhutla di Riau meluas jadi 3.456 hektare
Selain penguatan sarana pemadaman, pihaknya juga terus meningkatkan upaya pencegahan melalui patroli udara dan pemantauan wilayah rawan karhutla. Sebab, kondisi cuaca di Riau saat ini mulai memasuki periode yang perlu diwaspadai.
Curah hujan yang tidak merata menyebabkan beberapa daerah mulai mengalami kekeringan, sehingga berpotensi memicu kebakaran lahan. Ada beberapa daerah yang masih turun hujan, namun ada juga wilayah yang mulai kering, sehingga lahannya mudah terbakar.
Pewarta: Bayu Agustari Adha
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































