Purwokerto (ANTARA) - Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengatakan seni tradisi Lengger Banyumas harus terus dirawat dan dikembangkan agar semakin dikenal di tingkat nasional maupun internasional sebagai bagian dari upaya memajukan kebudayaan Indonesia.
"Lengger Banyumas merupakan warisan budaya yang luar biasa dan kita harapkan semakin dikenal di dunia. Budaya tidak hanya diwariskan, juga harus diberi ruang untuk dipraktikkan, dikembangkan, dan dirayakan bersama oleh komunitasnya," katanya di kawasan Menara Teratai, Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Jumat malam.
Saat memberi sambutan dalam pergelaran Banyumas Lengger Bicara 2026 bertema “Gemah Ripah Loh Jinawi” itu, dia mengatakan Lengger Banyumas bukan sekadar seni pertunjukan, melainkan warisan budaya yang memuat sejarah panjang, nilai-nilai kehidupan, estetika, dan identitas masyarakat yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Menurut dia, Banyumas Lengger Bicara menjadi ruang pelestarian dan regenerasi melalui keterlibatan generasi muda, seniman, budayawan, dan masyarakat luas.
Fadli menegaskan negara memiliki amanat konstitusi sebagaimana Pasal 32 Ayat (1) UUD 1945 untuk memajukan kebudayaan nasional Indonesia dengan menjamin kebebasan masyarakat memelihara dan mengembangkan nilai-nilai budayanya.
"Oleh karena itu, Kementerian Kebudayaan berkomitmen memperkuat komunitas budaya, mendukung festival, mendokumentasikan warisan budaya, mendorong regenerasi, memanfaatkan digitalisasi, serta mempromosikan budaya lokal hingga ke panggung internasional,” katanya.
Menurut dia, Banyumas memiliki kekayaan budaya yang sangat potensial untuk dikembangkan, mulai dari calung Banyumasan, ebeg, Lengger Banyumas, seni begalan, ronggeng Banyumasan, hingga bahasa Banyumasan.
Dia mengatakan kekayaan budaya tersebut juga dapat diperkenalkan kepada generasi muda melalui teater, film, literasi, podcast, dan konten kreatif digital untuk mendukung pengembangan ekonomi budaya dan industri budaya yang berkelanjutan.
Ditemui usai acara, Fadli menilai Banyumas Lengger Bicara 2026 merupakan pertunjukan budaya yang dikemas secara berkualitas karena memadukan tradisi lengger yang dibawakan Maestro Rianto, tari, drama musikal, drama kolosal, serta penampilan para penari dan penyanyi dalam satu pertunjukan.
"Menurut saya ini bukan hanya menghibur, juga menumbuhkan kepercayaan diri dan kebanggaan terhadap budaya bangsa kita, khususnya budaya Banyumas. Semua yang dipertunjukkan sangat berkualitas. Mudah-mudahan tahun-tahun mendatang bisa terus diselenggarakan sebagai event yang ditunggu-tunggu masyarakat," katanya.
Terkait kemungkinan Banyumas Lengger Bicara masuk dalam agenda Karisma Event Nusantara (KEN), Fadli mengatakan hal tersebut merupakan ranah Kementerian Pariwisata.
Meskipun demikian, ia meyakini penyelenggaraan festival budaya tersebut akan memberikan dampak berganda (multiplier effect) bagi sektor pariwisata, UMKM, dan perekonomian daerah.
"Ini bagian juga dari pariwisata di hilirnya dan ekonomi UMKM. Mudah-mudahan bisa menjadi multiplier effect bagi Banyumas dan Purwokerto sehingga semakin banyak orang dari luar daerah datang ke sini untuk menyaksikan pertunjukan Lengger Bicara," katanya.
Banyumas Lengger Bicara 2026 menampilkan pergelaran tari “Sastra Jiwangga” karya Rianto yang dimainkan oleh Sang Maestro Lengger itu sendiri, sedangkan acara utama berupa pergelaran “Senandung Tanah Makmur” berupa tari-tarian yang diiringi orkestra Jawa.
Pergelaran itu juga diisi dengan penyerahan penghargaan kepada Peang Penjol yang merupakan grup lawak legendaris asal Banyumas.
Dalam hal ini, Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyerahkan penghargaan kepada Suliyah, Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menyerahkan penghargaan kepada keluarga almarhum Rusmadi (Peang), dan Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono menyerahkan penghargaan kepada keluarga almarhum Sadikun (Penjol).
Baca juga: Bupati: Banyumas Lengger Bicara jadi agenda budaya tahunan
Tarian Sastra Jiwangga yang ditampilkan Maestro Lengger Rianto dalam pergelaran Banyumas Lengger Bicara 2026 di kawasan Menara Teratai, Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Jumat (26/6/2026). ANTARA/SumarwotoPewarta: Sumarwoto
Editor: Bayu Prasetyo
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































