Yogyakarta (ANTARA) - Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga)/Kepala BKKBN, Wihaji mengatakan orang tua perlu aktif memastikan kualitas pengasuh di tempat penitipan anak atau daycare.
"Yang terpenting adalah kualitas pengasuh dan keamanan anak, sehingga komunikasi dengan orang tua itu perlu. Orang tua wajib aktif memastikan kualitas pengasuhan, sedangkan pengelola harus terbuka terhadap komunikasi dengan orang tua mengenai kondisi anak," katanya dalam kunjungannya ke Taman Asuh Adiku Bantul, DI Yogyakarta, dalam rangka memperingati Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33, Jumat.
Baca juga: Orang tua korban daycare Yogyakarta luapkan kemarahan kepada 13 pelaku
Ia menjelaskan model penyelenggaraan Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya) cukup beragam untuk meningkatkan produktivitas pekerja. Beberapa model tersebut, di antaranya yang dibiayai perusahaan, disubsidi atau disediakan pemerintah (umumnya gratis). Selain itu, ada juga yang dikelola kelompok masyarakat atau mandiri (berbayar).
"Setiap Tamasya diwajibkan memiliki modul komunikasi dimana orang tua dapat memperoleh laporan perkembangan anak secara berkala. Hal-hal yang perlu dikomunikasikan meliputi tinggi dan berat badan, pola tidur, perilaku anak, hingga kondisi kesehatan ketika terjadi ruam pada anak-anak," ujar dia.
Wihaji menegaskan komunikasi antara pengasuh dan orang tua menjadi salah satu syarat sertifikasi Tamasya. Selain itu, setiap Tamasya harus memiliki sistem rujukan kesehatan.
"Di daycare yang saya kunjungi hari ini tersedia dokter pendamping. Empat layanan utama Tamasya yang wajib, di antaranya Cek Kesehatan Gratis (CKG), pemantauan tumbuh kembang, dan komunikasi dengan orang tua," paparnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Bantul Abdul Halim Muslih menyatakan pihaknya terus memperkuat regulasi daycare di Bantul untuk merespons isu yang pernah viral terkait kekerasan oleh pengasuh kepada anak-anak yang dititipkan di taman penitipan anak.
Baca juga: KemenPPPA pantau perkembangan pemulihan anak korban kekerasan daycare
Baca juga: Yogyakarta gandeng 94 psikolog beri pendampingan korban daycare
"Pemerintah Kabupaten Bantul memperketat persyaratan pendirian daycare. Langkah ini merupakan respons terhadap berbagai kasus daycare yang terjadi sebelumnya, dengan tujuan agar orang tua merasa aman dan nyaman menitipkan anak," kata Muslih.
Selain itu, pihaknya memasang CCTV wajib di setiap daycare yang dapat diakses orang tua, sehingga mereka dapat memantau anak dari tempat kerja. Sertifikasi pengasuh juga semakin diperketat karena semua pengasuh wajib memiliki sertifikasi.
"Pengasuh diwajibkan memiliki sertifikasi dan kompetensi khusus dalam pengasuhan anak. Saat ini, di Kabupaten Bantul terdapat 61 daycare. Sebagian sudah memiliki izin, sementara sebagian lainnya sedang melengkapi proses perizinan," ucap Muslih.
Pewarta: Lintang Budiyanti Prameswari
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































