Jakarta (ANTARA) - Puasa Ayyamul Bidh merupakan salah satu puasa sunah yang dianjurkan untuk dikerjakan setiap bulan Hijriah, khususnya pada tanggal 13, 14, dan 15. Amalan ini memiliki sejumlah keutamaan sebagaimana dijelaskan dalam beberapa hadis Nabi Muhammad SAW.
Secara bahasa, Ayyamul Bidh berarti “hari-hari putih”. Puasa ini umumnya dilakukan selama tiga hari pada pertengahan bulan Hijriah. Anjuran tersebut antara lain bersandar pada hadis yang diriwayatkan dari Abu Dzar RA, ketika Rasulullah SAW menganjurkan berpuasa pada tanggal 13, 14, dan 15 setiap bulan Hijriah.
Bacaan niat puasa Ayyamul Bidh
Bacaan niat puasa Ayyamul Bidh yang umum digunakan adalah:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ أَيَّامَ الْبِيْضِ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ghadin ayyamal bidh sunnatan lillahi ta'ala.
Artinya: “Saya niat berpuasa besok pada hari-hari putih, sunah karena Allah Ta'ala.”
Niat pada dasarnya merupakan amalan hati. Dalam penjelasan MUI, niat puasa sunah seperti Ayyamul Bidh dapat dilakukan pada malam hari maupun pada siang hari sebelum tergelincirnya matahari, selama memenuhi ketentuan yang berlaku.
Baca juga: Jadwal puasa sunnah November 2025, lengkap dengan keutamaannya
Keutamaan puasa Ayyamul Bidh
1. Mendapat pahala seperti puasa sepanjang tahun
Salah satu keutamaan yang disebutkan dalam hadis adalah puasa tiga hari setiap bulan memiliki pahala seperti puasa sepanjang tahun.
Hal tersebut dijelaskan dalam hadis yang diriwayatkan dari Abdullah bin Amr bin Al-Ash RA. Rasulullah SAW bersabda bahwa puasa tiga hari setiap bulan seperti puasa sepanjang masa.
Keutamaan tersebut dikaitkan dengan prinsip bahwa satu amal kebaikan mendapatkan balasan sepuluh kali lipat. Dengan demikian, tiga hari puasa setiap bulan secara perhitungan pahala dapat bernilai seperti 30 hari.
2. Termasuk amalan yang diwasiatkan Rasulullah SAW
Puasa tiga hari setiap bulan juga termasuk salah satu amalan yang diwasiatkan Rasulullah SAW kepada Abu Hurairah RA.
Dalam hadis riwayat Bukhari, Abu Hurairah RA menyebut Rasulullah SAW mewasiatkan tiga perkara, yaitu puasa tiga hari setiap bulan, salat Dhuha dan salat Witir sebelum tidur.
3. Dilaksanakan pada tanggal 13, 14 dan 15
Ayyamul Bidh memiliki waktu pelaksanaan yang spesifik. Rasulullah SAW menganjurkan umat Islam yang ingin berpuasa tiga hari setiap bulan untuk memilih tanggal 13, 14 dan 15 berdasarkan kalender Hijriah.
Karena menggunakan kalender Hijriah, tanggal Ayyamul Bidh akan berbeda jika dikonversikan ke kalender Masehi setiap bulannya.
Baca juga: Jadwal puasa Ayyamul Bidh September 2026, lengkap dengan niat
4. Menjadi amalan sunah yang dapat dilakukan secara rutin
Puasa Ayyamul Bidh dapat menjadi salah satu amalan sunah rutin bagi umat Islam. Pelaksanaannya hanya tiga hari dalam satu bulan sehingga relatif dapat dijadwalkan secara berkala.
MUI juga mencatat adanya hadis yang menunjukkan Rasulullah SAW menganjurkan puasa tiga hari setiap bulan, termasuk pelaksanaan pada tanggal 13, 14 dan 15.
Tata cara puasa Ayyamul Bidh
Pelaksanaan puasa Ayyamul Bidh pada dasarnya mengikuti tata cara puasa sunah. Umat Islam memulai dengan niat, kemudian menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa sejak terbit fajar hingga matahari terbenam.
Puasa dapat dilakukan pada tanggal 13, 14 dan 15 bulan Hijriah. Jika seseorang tidak dapat melaksanakan ketiganya, terdapat pembahasan fikih mengenai pelaksanaan puasa tiga hari di waktu lain dalam bulan tersebut.
Dengan demikian, puasa Ayyamul Bidh bukan hanya menjadi amalan sunah yang dianjurkan, tetapi juga dapat menjadi sarana membangun kebiasaan ibadah secara rutin setiap bulan.
Baca juga: Puasa Ayyamul Bidh di bulan Rajab 1447 H: Jadwal dan niat puasanya
Baca juga: Jadwal puasa sunnah Agustus 2026 lengkap: Senin Kamis, Ayyamul Bidh, Daud, dan niat
Pewarta: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































