NVIDIA mengakuisisi Hugging Face

1 hour ago 4

Jakarta (ANTARA) - CEO NVIDIA Jensen Huang mengumumkan bahwa NVIDIA telah mengakuisisi perusahaan rintisan Hugging Face dalam kesepakatan senilai 12,93 miliar dolar AS atau sekitar Rp227,84 triliun.

Menurut siaran Engadget pada Kamis (3/9), Huang mengatakan bahwa NVIDIA akan berusaha mengembangkan Hugging Face, memperkuat infrastrukturnya, serta memperluas akses platform ke kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

Kalau kesepakatan akuisisi Hugging Face mendapatkan persetujuan regulator, maka NVIDIA akan menempati posisi dominan dalam bisnis perangkat keras AI maupun perangkat lunak AI terbuka.

Hugging Face merupakan perusahaan rintisan yang berfokus pada AI.

Platform Hugging Face pada dasarnya adalah GitHub yang memungkinkan pengembang untuk berbagi, menemukan, dan menguji model AI sumber terbuka.

Platform ini pada 2026 memiliki lebih dari 18 juta pengguna, yang berbagi tiga juta model AI dengan lebih dari 200 ribu perusahaan yang memanfaatkan model mereka.

Baca juga: Nvidia siap saingi model AI China

Huang berjanji bahwa Hugging Face akan "tetap menjadi platform terbuka bagi seluruh ekosistem AI" dan pengguna tidak akan diwajibkan menggunakan produk NVIDIA dalam pekerjaan mereka.

Dia juga mengatakan bahwa NVIDIA selama ini merupakan kontributor besar bagi Hugging Face, dengan kontribusi mencakup lebih dari 500 model dan 250 dataset terbuka.

NVIDIA menjadi investor Hugging Face setelah berpartisipasi dalam setidaknya satu putaran pendanaan pada tahun 2023.

Perusahaan teknologi seperti Google, Amazon, Salesforce, AMD, Intel, IBM, dan Qualcomm juga berinvestasi pada perusahaan rintisan tersebut.

Baca juga: Nvidia dukung Jepang kembangkan infrastruktur AI domestik

Baca juga: Apple Music dikabarkan akan beri label untuk musik buatan AI

Penerjemah: Livia Kristianti
Editor: Maryati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |