Jakarta (ANTARA) - Klub Serie A Italia, Juventus dikabarkan tengah menyiapkan kontrak baru untuk pelatih Luciano Spalletti hingga 2028.
Berdasarkan Gazzetta dello Sport pada Rabu (31/12), manajemen Bianconeri puas dengan kinerja eks pelatih Timnas Italia tersebut meski baru menukangi tim dalam waktu singkat.
Spalletti ditunjuk sebagai pelatih Juventus pada akhir Oktober lalu untuk menggantikan Igor Tudor yang dipecat.
Saat itu, dia hanya mengantongi kontrak hingga akhir musim, dengan klausul perpanjangan otomatis apabila Juventus lolos ke Liga Champions musim depan.
Juventus kini ingin mengamankan masa depan Spalletti lebih cepat karena manajemen menilai pelatih berpengalaman Serie A itu sebagai sosok kunci dalam proyek pembangunan ulang tim untuk jangka panjang.
Baca juga: Kemenangan atas AS Roma beri Juventus kepercayaan diri
Dalam dua bulan masa kepemimpinannya, Spalletti dinilai membawa perubahan positif. Bukan hanya dari segi hasil pertandingan, tetapi juga dari kejelasan arah permainan, otoritas di ruang ganti, serta ambisi yang mulai terlihat di dalam klub.
Spalletti juga dianggap sejalan dengan visi manajemen Juventus saat ini, yakni tetap kompetitif di level tertinggi meski dengan kondisi keuangan yang lebih terbatas.
Hubungan kerja antara pelatih dan jajaran petinggi klub disebut berjalan harmonis. Selain itu, mempertahankan Spalletti lebih lama diyakini dapat menciptakan stabilitas di ruang ganti.
Hal ini dinilai penting setelah Juventus kerap berganti pelatih dalam 18 bulan terakhir, yang berdampak pada konsistensi tim.
Juventus disebut berencana mengikat Spalletti dengan kontrak hingga 2028 yang diperkirakan baru akan diberikan setelah fase grup Liga Champions rampung pada bulan ini.
Baca juga: Juventus taklukkan Pisa, Spaletti sanjung Zhegrova dan Jonathan David
Baca juga: Jadwal Liga Italia: Persaingan di lima besar masih ketat
Pewarta: Hendri Sukma Indrawan
Editor: Junaydi Suswanto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































