Jakarta (ANTARA) - Ketua Komisi Percepatan Reformasi Polri Jimly Asshiddiqie menyatakan bahwa komisi yang dipimpinnya telah menyelesaikan seluruh tugas dalam merumuskan rekomendasi reformasi di tubuh Kepolisian Republik Indonesia.
Jimly mengatakan, hasil kerja komisi ini tinggal menunggu kesempatan untuk dilaporkan secara langsung kepada Presiden Prabowo Subianto guna mendapatkan arahan lebih lanjut terkait sejumlah keputusan strategis.
"Saya perlu lapor bahwa Komisi Percepatan Reformasi sudah selesai menjalankan tugasnya, tinggal ada keputusan-keputusan yang kami tidak bisa putuskan sendiri. Nah, perlu melapor dulu, mendapat arahan dari beliau," ujar Jimly ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis.
Ia menjelaskan, pihaknya telah berupaya meminta waktu kepada Presiden untuk memaparkan laporan tersebut. Namun, agenda Presiden yang padat membuat pertemuan itu belum dapat terlaksana.
Menurut Jimly, rencana pelaporan sempat dijadwalkan sebelum Presiden melakukan kunjungan ke Amerika Serikat. Namun hal tersebut tertunda, dan setelah Presiden kembali, situasi geopolitik internasional yang memanas kembali mempengaruhi jadwal pertemuan.
Jimly menegaskan kepada masyarakat bahwa komisi yang dipimpinnya telah menuntaskan seluruh proses kerja. Karena itu, langkah selanjutnya adalah menyampaikan laporan resmi kepada Presiden agar rekomendasi reformasi tersebut dapat ditindaklanjuti.
Ia berharap dapat memanfaatkan momentum pertemuan informal, termasuk dalam kegiatan silaturahmi dan buka puasa, untuk menyampaikan secara langsung permintaan waktu kepada Presiden.
"Makanya saya manfaatkan ini, ya, buka puasa sore ini, untuk kasak-kusuk supaya Presiden menyediakan waktu supaya selesai satu masalah dalam negeri," imbuhnya.
Sebelumnya, Jimly mengatakan pihaknya telah menerima masukan dari 100 kelompok masyarakat dan lebih dari 300 masukan tertulis.
Jimly juga mengadakan pertemuan di berbagai daerah dengan sejumlah kelompok masyarakat, masih terkait dengan masukan untuk Komisi Percepatan Reformasi Polri.
Menurutnya, banyaknya masukan yang diterima oleh Komisi Reformasi menggambarkan besarnya perhatian publik terhadap kemajuan Korps Bhayangkara.
Pewarta: Maria Cicilia Galuh Prayudhia
Editor: Agus Setiawan
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































