BPH Migas pastikan keandalan Kilang Dumai di tengah eskalasi Timteng

1 hour ago 3

Jakarta (ANTARA) - Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) memastikan keandalan produksi BBM dari Kilang Dumai, Riau, dalam rangka menjaga kelancaran pasokan BBM nasional di tengah eskalasi geopolitik di kawasan Timur Tengah (Timteng).

Anggota Komite BPH Migas Fathul Nugroho dalam keterangannya di Jakarta, Kamis, mengatakan produksi BBM Kilang Dumai menjadi salah satu fondasi utama pasokan BBM nasional di tengah eskalasi geopolitik di Timur Tengah.

"Kilang Dumai ini merupakan salah satu kilang terbesar di Indonesia dengan kapasitas total 170.000 barel per hari, yang berkontribusi sekitar 16,5 persen dari total kapasitas pengolahan milik Pertamina," katanya saat kunjungan ke Kilang Dumai, Riau, Rabu (4/3).

Menurut dia, kunjungan itu merupakan tindak lanjut instruksi Presiden Prabowo Subianto serta arahan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia untuk memastikan operasional kilang domestik berjalan optimal dan tidak terdampak gejolak global.

Pemerintah menempatkan Kilang Dumai sebagai salah satu simpul strategis dalam menjaga stabilitas pasokan energi domestik.

"Dalam kunjungan lapangan ini, dipastikan Kilang Dumai dalam kondisi yang optimal dapat memproduksi berbagai jenis BBM. Kami mengharapkan agar refinery (kilang) ini terus dijaga keandalannya, sehingga dapat memenuhi produk-produk BBM untuk kebutuhan domestik," katanya.

Selain memproduksi gas oil seperti solar dan turunannya, kilang tersebut juga menghasilkan avtur hijau atau Sustainable Aviation Fuel (SAF) sebagai bagian dari dukungan terhadap program transisi energi berkelanjutan.

Produksi SAF ini menjadi langkah konkret dalam menyiapkan sektor energi menghadapi tuntutan dekarbonisasi global.

Pemerintah, melalui BPH Migas bersama Pertamina, lanjut Fathul, berkomitmen menjaga ketersediaan dan distribusi BBM domestik agar tetap aman dan lancar.

Operasional kilang yang andal dipastikan menjadi tameng utama agar pasokan energi nasional tidak terganggu dinamika geopolitik internasional.

Ke depan, BPH Migas mendorong peningkatan kapasitas Kilang Dumai sebagai bagian dari penguatan ketahanan energi nasional.

"Secara nasional, Indonesia perlu menambah sekitar 400 ribu barel per hari kapasitas kilang untuk mencapai total 1,6 juta barel per hari, guna mendukung target swasembada penuh BBM, terutama jenis bensin (gasoline) dan solar. Kilang seperti Dumai ini masih memiliki lahan potensial untuk pengembangan lebih lanjut," kata Fathul.

Dalam kesempatan tersebut, BPH Migas juga menyampaikan apresiasi kepada para pekerja kilang.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh Perwira Pertamina, khususnya di Kilang Dumai ini atas kinerja yang optimal dan mudah-mudahan dalam keadaan sehat, serta tentunya bisa terus berkontribusi dalam memproduksi BBM untuk Indonesia," kata Fathul, yang didampingi General Manager Kilang Dumai Iwan Kurniawan.

Anggota Komite BPH Migas Fathul Nugroho (kanan) melakukan pemantauan ke SPBU di Dumai, Riau, Rabu (4/3/2026). ANTARA/HO-Humas BPH Migas

Pemantauan SPBU

Selain meninjau kilang, BPH Migas juga melakukan pengecekan pelayanan dan penyaluran BBM di sejumlah SPBU Kota Dumai menjelang Idul Fitri 2026.

Berdasarkan pemantauan melalui sistem Automatic Tank Gauge (ATG), stok solar maupun gasoline, termasuk Pertalite, berada dalam kondisi aman.

Pemerintah bersama Pertamina Group, termasuk Pertamina Patra Niaga, telah menyiapkan langkah antisipatif menghadapi lonjakan kebutuhan selama Ramadhan dan Idul Fitri 2026.

"Penyaluran dan pelayanan BBM untuk masyarakat dari Pertamina dipastikan aman dan lancar," kata Fathul.

Sales Area Manager Retail Riau Pertamina Patra Niaga Wilson Eddi Wijaya juga memastikan pasokan dan distribusi BBM terjaga serta kualitas produk memenuhi standar melalui pengecekan rutin setiap hari.

Pewarta: Kelik Dewanto
Editor: Virna P Setyorini
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |