Pria bisa alami masalah di otot dasar panggul saat olahraga

3 hours ago 3

Jakarta (ANTARA) - Latihan pengencangan otot yang berat dan aktivitas angkat beban dapat memberi tekanan berlebihan pada otot dasar panggul pada pria yang secara tidak sadar menyebabkan masalah sehari-hari.

“Jika otot-otot tersebut terus-menerus tegang atau kelebihan beban, maka hal itu dapat membatasi aliran darah dan menekan saraf yang penting untuk fungsi seksual yang sehat,” kata pelatih pribadi Toby King yang disiarkan New York Post (21/4).

Ia mengatakan latihan yang meliputi leg press, ab rolling, hanging leg raises, dan bahkan planking dapat menahan ketegangan pada otot inti, dan seiring waktu menciptakan otot dasar panggul yang terlalu aktif, yang dapat mengganggu ereksi, nyeri pinggul dan bahkan menyebabkan rasa sakit.

Baca juga: Testoteron rendah dan konsumsi gula tinggi bisa picu bahaya bagi tubuh

Para pesepeda dan atlet triathlon juga perlu memperhatikan hal ini, karena King mengatakan sesi bersepeda yang lama dengan sadel yang tidak disetel dengan baik dapat memberi tekanan pada saraf dan jaringan otot di sekitar area tersebut.

Dan meskipun mungkin tergoda untuk memaksakan batas dan menambah beban, beban berat dan teknik yang buruk juga dapat memperburuk masalah.

“Jika postur tubuh Anda salah dan pernapasan tidak benar, maka tekanan itu harus tersalurkan ke suatu tempat, dan seringkali berakhir di dasar panggul,” tambah King.

Baca juga: 7 Jenis olahraga yang mendukung kesehatan sperma dan kesuburan pria

Kekhawatiran tentang gejala juga dapat menimbulkan lebih banyak stres, menyebabkan lebih banyak ketegangan dan memulai siklus buruk berupa otot dasar panggul yang terlalu kencang.

King menyarankan mengevaluasi kembali rutinitas dan membatasi latihan yang banyak menargetkan selangkangan, paha bagian dalam, dan otot pinggul bagian dalam saat gejala muncul.

Mempelajari cara merilekskan otot panggul yang tegang adalah kunci untuk mengatasi masalah apapun. Mulailah dengan melakukan latihan pernapasan dan peregangan untuk otot bokong dan pinggul seperti child’s pose dan happy baby pose.

Konsultasikan dengan terapis fisik untuk gerakan yang berfokus pada mobilitas tulang dan fleksibilitas pinggul.

Baca juga: Waspadai efek kekurangan vitamin B12 pada pria berusia 50 tahun lebih

Baca juga: Osteoporosis bisa sebabkan patah tulang lebih parah pada pria

Penerjemah: Fitra Ashari
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |