Meta manfaatkan tenaga surya dari luar angkasa tenagai pusat datanya

2 hours ago 3

Jakarta (ANTARA) - Perusahaan teknologi Meta bakal memanfaatkan tenaga surya dari luar angkasa untuk memberikan daya pada pusat data-nya di malam hari.

Hal itu dipenuhi Meta dengan menandatangani kesepakatan bersama perusahaan rintisan bernama Overview Energy yang memungkinkan ribuan satelit perusahaan rintisan tersebut dapat memancarkan cahaya inframerah ke ladang tenaga surya yang memberi daya pada pusat data Meta.

Dilaporkan TechCrunch, Senin, pusat data Meta memang membutuhkan daya yang besar untuk menjalankan komputasi bersaing di era kecerdasan artifisial ini.

Pada 2024 saja perusahaan telah menggunakan lebih dari 18.000 gigawatt-jam listrik—kira-kira cukup untuk memasok listrik bagi lebih dari 1,7 juta rumah di Amerika selama setahun.

Baca juga: Meta teken perjanjian pasokan energi nuklir untuk dukung pusat data AI

Perusahaan telah berkomitmen untuk membangun 30 gigawatt sumber energi terbarukan, dengan fokus pada pembangkit listrik tenaga surya skala industri.

Pada umumnya, pusat data yang beralih ke tenaga surya harus berinvestasi dalam penyimpanan baterai atau mengandalkan sumber pembangkitan lain untuk beroperasi di malam hari.

Meski begitu Overview ternyata dapat memberikan solusi lain. Perusahaan rintisan berusia 4 tahun yang berbasis di Virginia itu tengah mengembangkan pesawat ruang angkasa yang mengumpulkan energi matahari yang melimpah di luar angkasa.

Baca juga: China targetkan pengembangan pusat data yang lebih ramah lingkungan

Mereka berencana untuk mengubah energi tersebut menjadi cahaya inframerah dan memancarkannya ke ladang pembangkit listrik tenaga surya yang cukup besar—sekitar ratusan megawatt—yang dapat mengubah cahaya tersebut menjadi listrik.

Dengan menggunakan pancaran inframerah yang lebar untuk memberi daya pada infrastruktur tenaga surya terestrial yang ada, Overview yakin dapat menghindari tantangan teknologi serta masalah keamanan dan regulasi yang menghambat rencana untuk mengirimkan daya ke Bumi.

CEO Overview Marc Berte bahkan mengklaim bahwa masyarakat dapat menatap langsung pancaran satelitnya tanpa mendapatkan implikasi negatif.

Baca juga: IBM hadirkan server LinuxONE yang dapat kurangi konsumsi energi

Teknologi ini berpotensi meningkatkan pengembalian investasi dari pembangunan ladang surya dan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil — jika dapat diterapkan dalam skala besar.

Overview menyatakan bahwa mereka telah mendemonstrasikan transmisi daya ke bumi dari sebuah pesawat terbang, dan berencana untuk meluncurkan satelit ke orbit Bumi rendah pada Januari 2028 untuk melakukan transmisi daya pertama mereka dari luar angkasa.

Dalam pengumuman terbarunya, Meta mengatakan telah menandatangani perjanjian reservasi kapasitas pertama dengan Overview untuk menerima hingga 1 gigawatt daya dari pesawat ruang angkasa perusahaan tersebut.

Baca juga: xAI milik Elon Musk hadapi gugatan atas polusi pusat datanya

Overview mengembangkan metrik baru untuk kontrak ini, yaitu megawatt foton, yang merupakan jumlah cahaya yang dibutuhkan untuk menghasilkan satu megawatt listrik.

Berte memperkirakan akan mulai meluncurkan satelit untuk memenuhi komitmen tersebut pada 2030, dengan tujuan menerbangkan 1.000 wahana antariksa di orbit geosinkron, yaitu orbit tinggi di mana setiap satelit tetap berada di atas titik yang sama di Bumi.

Ia memperkirakan setiap wahana antariksa perusahaan akan menyediakan daya dari luar angkasa selama lebih dari 10 tahun.

Setelah berada di luar angkasa, Berte mengatakan armada pesawat ruang angkasa tersebut akan mampu mencakup sekitar sepertiga planet ini, dengan penyebaran awal yang akan menjangkau dari Pantai Barat Amerika Serikat hingga Eropa Barat.

Baca juga: Digital Edge akan bangun pusat data AI senilai Rp10 triliun

Penerjemah: Livia Kristianti
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |