Jakarta (ANTARA) - Wakil Ketua DPR RI Bidang Ekonomi dan Keuangan Sari Yuliati menilai penemuan gas bumi jumbo di Sumur Geliga-1 Blok Ganal, lepas pantai Kalimantan Timur adalah momentum kemandirian energi nasional.
Dalam keterangan tertulisnya yang diterima di Jakarta, Senin, Sari menyebutkan cadangan gas dengan potensi sekitar 5 triliun kaki kubik (Tcf) serta 300 juta barel kondensat itu merupakan salah satu temuan terbesar dalam beberapa dekade terakhir.
“Ini adalah bukti nyata bahwa komitmen pemerintah untuk memperkuat kemandirian energi bangsa mulai membuahkan hasil,” katanya.
Menurut dia, penemuan gas bumi tersebut menunjukkan arah kebijakan percepatan eksplorasi dan penguatan cadangan minyak dan gas bumi (migas) pemerintah khususnya Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), sudah tepat.
Dia juga mengapresiasi langkah Kementerian ESDM dalam menyelaraskan pengembangan gas jumbo dengan agenda transisi energi hijau dan target emisi nol bersih (net zero emission) tahun 2060.
“Penyelarasan ini langkah yang tepat. Dengan begitu, Indonesia tidak hanya mengelola gas untuk kebutuhan jangka pendek, tetapi juga membangun fondasi energi yang lebih berkelanjutan di masa depan,” ujarnya.
Sari meyakini pengembangan Blok Ganal bermanfaat nyata bagi daerah penghasil dan masyarakat lokal. Pendapat dari migas harus dikelola secara transparan dan diarahkan untuk peningkatan infrastruktur, pelayanan publik, dan kualitas hidup masyarakat.
Ia pun mendukung sinergisitas pemerintah dan parlemen dalam mengawal agar kebijakan Kementerian ESDM di sektor energi berjalan dengan tepat sasaran.
Dia menilai dengan pendekatan normatif, kolaboratif, dan berorientasi pada rakyat, penemuan gas jumbo di Blok Ganal, Kalimantan Timur, diharapkan dapat menjadi fondasi kuat bagi kemandirian energi nasional dan peningkatan kesejahteraan rakyat Indonesia.
Diketahui, temuan gas bumi di Sumur Geliga-1 Blok Ganal, lepas pantai Kalimantan Timur, dengan potensi sekitar 5 triliun kaki kubik (Tcf) dan 300 juta barel kondensat diumumkan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dalam konferensi pers di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (20/4).
Bahlil menjelaskan temuan ini berada di Wilayah Kerja (WK) Ganal yang dioperasikan perusahaan energi asal Italia, ENI, dengan porsi kepemilikan 82 persen, sementara 18 persen sisanya dimiliki perusahaan energi asal China, Sinopec.
“Di era kondisi dunia yang hampir semua dunia sekarang menjaga cadangan mereka, sekali lagi kita bersyukur kepada Tuhan bahwa [penemuan] ini anugerah yang diberikan dan kita harus betul-betul fokus dalam rangka menjalankan perintah Bapak Presiden untuk mencari sumber-sumber minyak baru,” ujar Bahlil.
Baca juga: Bahlil umumkan temuan gas bumi jumbo dengan potensi 5 Tcf
Baca juga: Pemprov Kaltim minta partisipasi hak kelola migas di Blok Ganal
Pewarta: Fath Putra Mulya
Editor: Imam Budilaksono
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































