Menko Muhaimin: MBG program pemerintah paling berdampak

3 hours ago 3
Yang paling berdampak tentu Program Makan Bergizi Gratis

Jakarta (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar mengatakan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan salah satu program prioritas pemerintah yang paling berdampak bagi masyarakat luas.

"Yang paling berdampak tentu Program Makan Bergizi Gratis," kata Menko Muhaimin Iskandar pada Rapat Tingkat Menteri (RTM) di Jakarta, Senin.

Ia mengatakan bahwa Program MBG saat ini telah menjangkau 60,2 juta penerima manfaat.

Sementara di bidang pendidikan, sebanyak 61,9 juta penduduk telah terjangkau berbagai program pendidikan, termasuk operasional 166 Sekolah Rakyat yang menampung 14.963 siswa dari keluarga miskin.

Muhaimin Iskandar menilai keberhasilan tersebut tidak lepas dari intervensi program yang langsung menyasar terhadap kebutuhan dasar masyarakat.

Baca juga: BGN perkuat kerja sama dengan ASEAN, bagikan praktik terbaik MBG

Selanjutnya ada Program Kedaulatan Pangan.

"Soal ketersediaan pupuk misalnya, itu sangat berdampak pada tingkat produktivitas petani, Nilai Tukar Petani (NTP) naik, bagus. (Kampung) Nelayan juga, itu program-program yang langsung konkret bisa dirasakan akibat skala prioritas yang tepat," kata Muhaimin Iskandar.

Data Kementerian Pertanian menunjukkan Nilai Tukar Petani (NTP) di tahun 2025 mencapai angka 125,35, tertinggi sampai saat ini.

Capaian tersebut didukung kestabilan harga gabah dan jagung, serta penegakan hukum untuk pastikan harga pasar sesuai HET yang ditetapkan pemerintah.

Ia menambahkan bahwa penguatan sektor pangan dan energi ke depan diyakini akan memberikan efek lanjutan terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

"Kita berharap swasembada pangan, ketahanan pangan, ketahanan energi akan berdampak langsung pada industri yang lebih meningkatkan kesejahteraan masyarakat," kata Muhaimin Iskandar.

Baca juga: Menko Muhaimin: Kopdes MP jadi kekuatan capai kemandirian pangan

Selain itu, sebanyak 111 ribu pekerja migran telah difasilitasi penempatannya, serta 28 ribu keluarga mendapatkan pendampingan melalui program reformasi agraria.

Secara jumlah, penduduk miskin ekstrem berkurang dari 3,56 juta jiwa menjadi 2,2 juta jiwa. Sehingga, sekitar 1,36 juta penduduk miskin ekstrem telah naik kelas ekonomi.

Dalam mencapai angka tersebut, pemerintah mengalokasikan APBN sampai Rp503,2 triliun, serta diperkuat dengan Rp129 triliun dari APBD.

Muhaimin Iskandar menekankan bahwa program pengentasan kemiskinan akan terus dilanjutkan karena pemerintah menargetkan nol persen kemiskinan ekstrem pada tahun ini.

“Kita akan terus bekerja keras untuk mencapai target nol persen kemiskinan ekstrem pada 2026, dan menurunkan angka kemiskinan hingga maksimal lima persen pada 2029. Ini membutuhkan kerja bersama, konsistensi, dan fokus pada hasil nyata," kata dia.

Baca juga: Menko PM: Kemiskinan ekstrem pada 2025 turun

Baca juga: Program MBG jadi kunci atasi kedaruratan tersembunyi dampak stunting

Pewarta: Anita Permata Dewi
Editor: Nurul Hayat
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |