Jakarta (ANTARA) - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo meminta agar seluruh masyarakat di ibu kota memperkuat rasa kebersamaan dan gotong royong di tengah kondisi global yang sedang memanas.
“Kondisi terakhir dunia sekarang ini sedang tidak baik-baik saja. Maka untuk itu, kebersamaan, gotong-royong, itu menjadi hal yang utama dalam rangka kita semua untuk menjaga Jakarta,” kata Pramono di Jakarta Pusat, Senin (2/3).
Pria yang akrab disapa Pram itu pun berharap konflik antara Amerika Serikat (AS)-Israel dan Iran yang sedang terjadi saat ini tidak memberikan dampak negatif, khususnya bagi Jakarta.
Kendati demikian, dia mengaku sudah memerintahkan jajarannya untuk menghadapi kemungkinan terburuk.
Pramono meminta seluruh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) agar mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan krisis.
“Sehingga kalau ada kekurangan, misalnya produk-produk tertentu, kita harus mempersiapkan untuk itu,” ujar Pramono.
Salah satunya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta beberapa waktu lalu telah menerima impor sapi Australia. Menurut Pramono, hal ini dilakukan sebagai upaya menyeimbangkan harga daging sapi di ibu kota.
Pada 23 Februari 2026, Pemprov DKI menerima impor sapi dari Australia sebanyak 3.100 ekor.
Kuota impor yang didapatkan Jakarta, yakni sebanyak 7.500 ekor sapi. Apabila nantinya Jakarta masih membutuhkan stok tambahan daging sapi, maka Pemprov DKI akan kembali memesan impor daging sapi.
“Ini cara kita untuk supaya harga daging tidak mengalami kenaikan, dan Alhamdulillah, sampai hari ini tidak mengalami kenaikan,” ungkap Pramono.
Baca juga: Tekan inflasi, Jakarta terima 3.100 ekor sapi impor dari Australia
Baca juga: Pramono segera siapkan tempat penggemukan sapi Dharma Jaya di Ciangir
Baca juga: Dharma Jaya berencana impor 7.500 ekor sapi dari Australia pada 2026
Pewarta: Lifia Mawaddah Putri
Editor: Rr. Cornea Khairany
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































