Prabowo terkesan istilah "Pertamina Wira" tunjukkan semangat kesatria

3 hours ago 4

Jakarta (ANTARA) - Presiden Prabowo Subianto mengaku terkesan terhadap penggunaan istilah "Pertamina Wira" yang dinilai mencerminkan semangat kesatria, semangat nasionalisme, dan jiwa patriotik dalam mengelola perusahaan.

"Saya sangat terkesan tadi Direktur Utama mengatakan, menggunakan istilah Pertamina Wira "Perwira". Ini luar biasa. Ini saya kira nafasnya seperti itu. Nafasnya harus seperti itu, bangsa-bangsa yang bangkit, bangsa-bangsa yang kuat," kata Prabowo dalam peresmian Pertamina Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan, Kalimantan Timur, Senin.

Diketahui, Pertamina Wira atau sering disingkat sebagai Perwira adalah sebutan resmi bagi seluruh pekerja atau karyawan PT Pertamina (Persero).

Presiden menilai semangat tersebut menjadi ciri penting bagi bangsa-bangsa yang mampu bangkit dan menjadi kuat, termasuk negara-negara seperti Jepang dan Korea yang meskipun memiliki keterbatasan sumber daya alam tetap memiliki nasionalisme yang kuat.

Menurut Presiden, nilai-nilai nasionalisme, patriotisme, dan cinta tanah air harus menjadi pendorong utama seluruh jajaran Pertamina, khususnya para pimpinan, mengingat kepemimpinan memegang peran penting dalam membentuk karakter dan arah organisasi.

Prabowo juga menekankan pentingnya keteladanan pemimpin dalam menjalankan tugas. Presiden menilai perilaku pimpinan akan cepat diketahui oleh jajaran di bawahnya dan berpengaruh langsung terhadap semangat kerja serta integritas organisasi.

"Pengalaman saya di tentara, pemimpin itu maling, cepat anak buah tahu, cepat sekali. Mungkin orang luar tidak tahu, Mungkin BPK bisa dikibuli, KPK bisa dikibuli, tetapi anak buah akan tahu. Di tentara itu kalau komandan-komandan yang maling, pemimpin yang maling, itu dikasih julukan kapal keruk dan seumur hidup dia akan bawa nama itu kapal keruk," ujarnya.

Dalam konteks tersebut, Presiden menegaskan perlunya kepemimpinan yang berkarakter pejuang, berjiwa kesatria, dan menjunjung tinggi nilai kejujuran sebagai fondasi pengelolaan perusahaan negara.

"Pemimpin harus memberi contoh. Saya terima kasih semangat tadi, wira, benar pejuang, kesatria, pendekar," ucapnya.

Baca juga: Singgung praktik "mark up", Prabowo: Itu mencuri di siang bolong

Baca juga: Resmikan RDMP Balikpapan, Prabowo: Terakhir seperti ini 32 tahun lalu

Pewarta: Fathur Rochman
Editor: Benardy Ferdiansyah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |