Jakarta (ANTARA) - Presiden Prabowo Subianto mengungkap keinginannya memaksimalkan pemanfaatan energi surya dan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di berbagai daerah sehingga Indonesia dapat mandiri energi dalam waktu 5 tahun ke depan.
Dalam acara peresmian Infrastruktur Energi Terintegrasi RDMP Pertamina, Balikpapan, Kalimantan Timur, Senin, kemandirian energi merupakan salah satu prioritas Presiden, di samping mandiri pangan, dan mandiri air.
"Saudara-saudara ke depan kita juga akan mengembangkan tenaga surya dengan panel-panel (surya, red.) kita akan listrik-fikasi sehingga kita sungguh-sungguh dapat menghasilkan energi kita sendiri. Tidak perlu kita impor energi dari luar. Ini sasaran kita. Kita harapkan dalam 5 tahun kita bisa mencapai ini," kata Presiden Prabowo saat berpidato dalam acara peresmian Infrastruktur Energi Terintegrasi Pertamina RDMP Balikpapan, Kalimantan Timur, Senin.
Presiden melanjutkan jika target 5 tahun itu tidak terwujud, tidak masalah jika harus ditunda hingga 6-7 tahun.
"Kalau tidak, tahun ke-6, tahun ke-7, yang penting kita harus menuju ke situ. Tetapi, siapa tahu dengan kerja keras kita bisa menghasilkan lebih cepat," ujar Prabowo.
Prabowo kemudian mencontohkan pemerintahannya berhasil mencapai swasembada beras dalam periode kurang lebih setahun, padahal saat itu targetnya swasembada tercapai pada tahun ke-4.
"Ternyata kita berhasil dalam 1 tahun. Ini sesuatu yang tidak diduga-duga oleh siapa pun. Ini hasil kerja keras daripada tim kita, dari sinergi Kabinet yang saya pimpin, K/L-K/L bekerja sama, semuanya. Kita memangkas regulasi yang tidak masuk akal," kata Presiden Prabowo.
Oleh karena itu, Prabowo mengajak seluruh pihak untuk percaya diri dan meyakini Indonesia mampu mewujudkan visi mandiri energi.
"Oleh karena itu, saya berbahagia. Bangga. Hari ini, satu langkah lagi, di bidang energi, kita menuju kemampuan kita untuk mandiri. Kemampuan kita untuk berdiri di atas kaki kita sendiri. Kita tidak boleh tergantung energi dari luar. Tidak boleh! Kita ingin merdeka, dan kita mampu. Kita memiliki semua, diberi karunia oleh Yang Maha Kuasa, tinggal kita mampu atau tidak sebagai bangsa," ujar Presiden.
Di fasilitas RDMP Pertamina Balikpapan, setelah acara peresmian, Presiden lanjut melihat langsung kilang minyak terbesar di Indonesia itu.
Dalam kunjungannya di Balikpapan itu, Presiden Prabowo didampingi sejumlah pejabat negara, di antaranya Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Luar Negeri Sugiono, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Angga Raka Prabowo, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, jajaran petinggi Pertamina dan anak perusahaan Pertamina, dan pemerintah daerah setempat.
Pewarta: Genta Tenri Mawangi
Editor: Agus Setiawan
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
















































