Pordasi gencarkan sosialisasi guna bangun ekosistem yang inklusif

5 hours ago 2

Jakarta (ANTARA) - Federasi Nasional Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (FN Pordasi) akan menggencarkan sosialisasi dan kompetisi guna membangun ekosistem berkuda yang inklusif serta berkesinambungan antar empat federasi nasional yakni FN Pordasi Pacu, FN Pordasi Equestrian, FN Pordasi Polo, dan FN Pordasi Berkuda Memanah.

Di FN Pordasi Berkuda Memanah saat ini akan mencoba untuk bertransformasi dengan pendekatan olahraga yang memadukan tradisi, warisan budaya, dipadu dengan pendekatan prestasi.

"Berkuda memanah ini merupakan salah satu cabang olahraga yang cukup unik, karena menyatukan nilai historis dan pembinaan prestasi dalam satu kesatuan, di Indonesia sendiri perkembangan berkuda memanah cukup signifikan, kita sudah memiliki 17 provinsi sebagai anggota, dan itu mungkin akan bertambah,” ungkap Sekjen Federasi Nasional FN Pordasi Berkuda Memanah Luthfi Syaifullah Zubir dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Senin.

Selain itu, FN Pordasi Berkuda Memanah juga menyiapkan standar kuda ideal dengan menggencarkan kuda lokal dalam penggunaannya di setiap kompetisi.

Terdekat terdapat sejumlah turnamen yang masuk kalender tahun 2026 yakni Liga Santri Indonesia Seri 1 pada 3-5 April 2026 di Jawa Tengah, Kejurnas III Pordasi Berkuda Memanah pada 12-14 Juni 2026 di DKI Jakarta dan Jawa Barat, Liga Santri Indonesia Seri 2 pada 7-9 Agustus 2026 di Bali, Asian Horseback Archery Championship pada Oktober 2026, serta Liga Santri Indonesia Seri 3 pada 4-6 Desember 2026 di Banten.

Baca juga: Pordasi sebut ekosistem industri olahraga berkuda makin bagus

Sementara itu FN Pordasi Pacu bertekad memajukan olahraga pacu kuda untuk menghidupkan industri peternakan, ekonomi kerakyatan melalui UMKM dan pariwisata. Lihat saja antusias 120.000 penonton Pacu Kuda pada PON XXI yang dilangsungkan di Takengon, Aceh Tengah.

Lalu di FN Pordasi Equestrian akan fokus dalam memperkuat sistem pembinaan dan profesionalisme organisasi guna meningkatkan daya saing atlet di tingkat nasional maupun internasional. Saat ini, Equestrian telah memiliki sekitar 13 Pengurus Provinsi yang aktif menjalankan program pembinaan.

“Di dalam olahraga ini, manusia dan kuda, dua-duanya adalah atlet. Jadi keduanya harus dipersiapkan secara maksimal melalui latihan yang intensif dan berkelanjutan,” ujar Ketua Umum (Ketum) FN Pordasi Equestrian Dewi Larasati.

Kemudian FN Pordasi Polo Indonesia berkomitmen untuk pengembangan cabang polo yang tidak lagi berorientasi pada prestasi, tetapi juga pada pembangunan ekosistem menyeluruh yang mencakup pembinaan atlet, penguatan kualitas kuda lokal, pengembangan industri pendukung, serta integrasi dengan sektor pariwisata.

Pordasi yang kini telah bertransformasi dalam struktur organisasi sejak menjalankan Munas XIV pada 13 – 15 November 2024 ini memang tengah fokus untuk membangun ekosistem yang saling berkesinambungan dengan adanya empat federasi nasional yang menaungi setiap nomor berkuda.

Baca juga: Rakernas PORDASI 2026 hasilkan sejumlah program strategis

Pewarta: Fajar Satriyo
Editor: Irwan Suhirwandi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |