Politik kemarin, Prabowo undang mantan Presiden hingga THR TNI-Polri

3 hours ago 1
"Di antara kekhawatiran tentang Indonesia bergabung dengan BoP itu, pertama, kepentingan, jelas itu. Kepentingan apa? Sebagai negara yang memiliki hubungan diplomatik dengan banyak negara, Indonesia perlu berhati-hati untuk tidak terlibat dalam konfl

Jakarta (ANTARA) - Berbagai peristiwa politik kemarin yang menjadi sorotan, di antaranya Presiden Prabowo Subianto mengundang sejumlah mantan Presiden ke untuk membahas sejumlah isu, hingga Tunjangan Hari Raya (THR) TNI dan Polri akan cair 100 persen.

Berikut rangkuman ANTARA untuk berita politik kemarin yang menarik untuk kembali dibaca:

Prabowo undang mantan presiden ke Istana malam ini, Jokowi akan hadir

Presiden Prabowo Subianto mengundang mantan presiden untuk hadir dalam sebuah acara pertemuan yang diagendakan digelar di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa malam.

Presiden RI ke-7 Joko Widodo dikonfirmasi akan hadir dalam pertemuan tersebut. Hal itu disampaikan oleh Ajudan Jokowi Kompol Syarif Muhammad Fitriansyah.

"Ya betul (hadir), (nanti malam pukul) 19.30 (WIB)," ujar Syarif melalui pesan singkat kepada wartawan, Selasa siang.

Baca selengkapnya di sini.

Pakar ingatkan RI waspadai benturan kepentingan di "Board of Peace"

Pakar Hubungan Internasional Universitas Nasional Hendra Maulana Saragih mengatakan Indonesia sebagai bagian dari Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) perlu waspada terhadap benturan kepentingan antarnegara di tengah konflik global.

Hendra saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Selasa menjelaskan politik bebas aktif Indonesia harus menjaga kedaulatan di tengah gempuran konflik kepentingan karena negara mempunyai hubungan diplomatik dengan banyak negara lain.

"Di antara kekhawatiran tentang Indonesia bergabung dengan BoP itu, pertama, kepentingan, jelas itu. Kepentingan apa? Sebagai negara yang memiliki hubungan diplomatik dengan banyak negara, Indonesia perlu berhati-hati untuk tidak terlibat dalam konflik kepentingan atau politik internal negara manapun juga," ucap dia.

Baca selengkapnya di sini.

Akademisi: Sjafrie berpotensi jadi "matahari baru" pada Pilpres 2029

Akademisi Universitas Nasional (UNAS) Jakarta Firdaus Syam menilai Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin berpotensi menjadi "matahari baru" dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029.

Dalam diskusi publik di Jakarta, Senin (2/3), dia menilai Sjafrie memegang posisi strategis dan punya karakter petarung karena berasal dari Indonesia Timur.

"Menhan Sjafrie secara budaya politik memiliki peluang sebagai 'matahari baru' dalam Pilpres 2029," ujar Firdaus, seperti dikutip dari keterangan yang diterima di Jakarta Selasa.

Baca selengkapnya di sini.

Prabowo serukan penguatan jati diri di Museum Nasional Indonesia

Presiden Prabowo Subianto mengajak masyarakat untuk terus mempelajari artefak bersejarah dan warisan budaya sebagai bagian dari upaya memperkuat jati diri bangsa.

Melalui unggahan di akun media sosial pribadinya di Jakarta, Selasa, Presiden menyatakan bahwa peradaban besar lahir dari pengetahuan serta penghargaan terhadap masa lalu.

"Mempelajari artefak bersejarah dan warisan budaya bangsa menjadi pengingat bahwa peradaban besar lahir dari pengetahuan dan penghargaan terhadap masa lalu bangsa kita," katanya.

Baca selengkapnya di sini.

Seskab: THR ASN dan TNI-Polri cair 100 persen

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengatakan tunjangan hari raya (THR) Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI-Polri, dan pensiunan akan cair 100 persen.

Anggaran tersebut mencapai Rp55 triliun atau naik 10 persen dari tahun lalu, yang diberikan kepada 10,5 juta penerima. Adapun rinciannya, 2,4 juta ASN pusat, TNI/Polri (Rp2,2 triliun), 4,3 juta ASN daerah (Rp20,2 triliun), dan 3,8 juta pensiunan (Rp12,7 triliun).

"THR sudah mulai cair secara bertahap sejak 26 Februari 2026. THR berbeda dengan gaji ke-13 yang baru cair paling cepat Juni nanti," kata Teddy dalam keterangan di Jakarta, Selasa.

Baca selengkapnya di sini.

Pewarta: Bagus Ahmad Rizaldi
Editor: Agus Setiawan
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |