Jakarta (ANTARA) - Petugas Kepolisian menyelidiki kasus pencurian uang takziah yang dilakukan seorang perempuan di Jalan Dukuh IV, Kampung Dukuh, Kramat Jati, Jakarta Timur.
"Sedang kami selidiki kasus pencurian uang takziah di Kramat Jati oleh seorang perempuan," kata Kepala Unit Reserse Kriminal (Kanit Reskrim) Polsek Kramat Jati, AKP Fadoli saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu.
Pelaku diduga melancarkan aksinya dengan berpura-pura mengenal keluarga almarhum agar bisa berbaur dengan para pelayat. Fadoli membenarkan pihaknya saat ini tengah menangani kasus tersebut.
"Dia melancarkan aksinya berpura-pura kenal dengan keluarga almarhum lalu berbaur dengan pelayat lainnya," katanya.
Baca juga: Modus jadi pelayat, perempuan curi uang takziah di Jaktim
Menurut Fadoli, pelaku memanfaatkan situasi rumah duka yang ramai oleh pelayat. Saat kondisi lengah, perempuan tersebut mengambil uang takziah yang sebelumnya telah dikumpulkan dan dimasukkan ke dalam tas miliknya.
"Pas sedang lengah, pelaku mengambil uang takziah yang sudah dikantongi, dimasukkan ke dalam tasnya lalu kabur," katanya.
Polisi telah mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan penyelidikan awal.
Selain meminta keterangan dari keluarga korban dan sejumlah saksi, petugas juga memeriksa rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi.
"Kami juga sudah cek ke TKP untuk meminta keterangan keluarga korban dan melihat CCTV yang ada," kata Fadoli.
Hingga kini, polisi masih memburu pelaku dan mendalami identitasnya. Fadoli juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada, termasuk saat berada di rumah duka, dengan memastikan pengelolaan uang takziah dilakukan oleh orang yang dipercaya dan diawasi secara bergantian.
Baca juga: Pencuri uang pedagang bakso di Kembangan ditangkap
Kasus ini menambah daftar tindak kejahatan dengan modus memanfaatkan momen duka. Polisi memastikan akan menindak tegas pelaku jika berhasil diamankan.
Seorang perempuan diduga mencuri uang takziah dengan modus berpura-pura sebagai pelayat di rumah duka di wilayah Kramat Jati, Jakarta Timur (Jaktim).
Kejadian itu menimpa keluarga Nyai Hasanah (45) pada Senin (2/3) sekitar pukul 12.30 WIB.
"Iya pelakunya perempuan, ngakunya mau melayat, kenal sama kita, tau-taunya uang takziah ludes hilang ga tersisa," kata Hasanah saat ditemui di lokasi kejadian, Rabu.
Hasanah menceritakan, pelaku datang sejak pagi hari saat suasana rumah masih lengang dan pelayat belum ramai berdatangan. Mertua Hasanah meninggal dunia sekitar pukul 04.00 WIB, sedangkan pelaku tiba sekitar pukul 08.00 WIB.
Pelaku bahkan bertahan hingga menjelang waktu pemakaman. Selama berada di rumah duka, dia hanya duduk dan sesekali memperhatikan situasi sekitar.
Baca juga: Polisi tangkap dua pemuda yang curi uang kotak amal masjid di Mampang
Kepada keluarga, perempuan itu mengaku sebagai teman kakak ipar korban dan menyebut dirinya sebagai "teman perjuangan" saat mengambil bantuan sosial seperti sembako dan KJP.
Karena merasa pelaku mengenal keluarganya, Hasanah tak menaruh curiga sedikit pun. Hingga akhirnya, pelaku melancarkan aksinya dengan alasan hendak menumpang ke toilet.
Keluarga baru menyadari kehilangan sekitar pukul 12.30 WIB. Warga sempat mengejar, namun pelaku sudah keburu kabur.
Aksi tersebut viral di media sosial Instagram @info_cipayung. Terlihat dalam rekaman kamera pengawas (CCTV) pelaku lari ke luar usai melancarkan aksinya di rumah duka di Jalan Dukuh IV, Kampung Dukuh, Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (2/3).
Terduga pelaku diklaim juga pernah melakukan aksi serupa di beberapa tempat seperti di Jalan Damai Lubang Buaya pada 22 Desember 2025 dan di Jalan Bambu Kuning, Bambu Apus, pada 4 Februari 2026.
Pewarta: Siti Nurhaliza
Editor: Sri Muryono
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































