PMI libatkan masjid - gereja distribusikan bantuan nasional air bersih

3 hours ago 2
dengan mekanisme ini, armada tangki air PMI hanya perlu menyuplai pasokan air bersih hingga ke titik rumah ibadah, tanpa harus mendatangi pemukiman warga satu per satu.

Jakarta (ANTARA) - Palang Merah Indonesia (PMI) melibatkan lembaga rumah ibadah seperti masjid dan gereja untuk mengoptimalkan proses distribusi bantuan nasional air bersih kepada masyarakat yang terdampak bencana kekeringan ekstrem.

Ketua Umum PMI Jusuf Kalla dalam Apel Operasi Dampak Kekeringan Ekstrem Akibat El Nino 2026 di Jakarta, Selasa, mengatakan kerja sama dengan pihak rumah ibadah ini bertujuan agar penyaluran logistik di lapangan berjalan lebih cepat dan adil.

"Kami akan bekerja sama dengan PMI setempat dan rumah ibadah, masjid dan gereja. Seperti di NTT misalnya, sehingga supaya lancar logistiknya, yang mengatur lagi ke bawah itu rumah ibadah," kata dia

Jusuf Kalla memaparkan dengan mekanisme ini, armada tangki air PMI hanya perlu menyuplai pasokan air bersih hingga ke titik rumah ibadah, tanpa harus mendatangi pemukiman warga satu per satu.

Langkah taktis tersebut diambil demi efisiensi waktu, di mana nantinya para pengurus masjid maupun gereja yang akan mengoordinasikan pembagian air bersih secara langsung kepada jemaah dan masyarakat sekitarnya.

PMI menilai penyaluran dari rumah ke rumah memakan waktu terlalu lama, sementara kebutuhan air bersih untuk keperluan memasak, minum, mencuci, hingga mandi bagi warga terdampak sangat mendesak.

Guna menopang kelancaran operasi kemanusiaan skala nasional tersebut, lembaga ini total mengerahkan sebanyak 400 unit armada, yang terdiri atas 200 unit mobil tangki besar (>5.000 liter) dan 200 unit mobil bak terbuka dengan tangki berukuran kecil (5.000 liter).

Jusuf Kalla menjelaskan keberadaan ratusan mobil tangki berukuran kecil sengaja disiapkan khusus untuk menjangkau kawasan perkotaan yang mengalami krisis air di wilayah Pulau Jawa, Bali, NTB, hingga NTT.

Operasi kemanusiaan berbasis analisis dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) ini direncanakan bergulir secara bertahap mulai Juni 2026 hingga Mei tahun depan untuk meminimalisir dampak sosial dari fenomena iklim El Nino global.

"Di daerah-daerah sebenarnya sudah mulai berjalan, karena armada operasional ini memang sudah kita siapkan dan siagakan sejak bulan lalu untuk menghadapi dampak kekeringan ekstrem ini," ungkapnya.

Baca juga: BMKG siapkan operasi modifikasi cuaca antisipasi kekeringan di Jawa

Baca juga: BNPB: Tak hujan sebulan, 4.245 KK di Lombok Barat mengalami krisis air

Pewarta: M. Riezko Bima Elko Prasetyo
Editor: Rini Utami
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |