KSPN tekankan pemerintah punya komitmen kuat jaga industri nasional

2 hours ago 2
penilaian tersebut disampaikan berdasarkan hasil klarifikasi dan crosscheck lapangan terhadap berbagai isu yang berkembang di sektor otomotif

Jakarta (ANTARA) - Konfederasi Serikat Pekerja Nusantara (KSPN) menegaskan pemerintah menunjukkan komitmen yang kuat dalam menjaga keberlangsungan dan penguatan industri nasional.

Presiden KSPN Ristadi dalam pernyataan resmi yang sudah dikonfirmasi di Jakarta, Selasa menyampaikan penilaian tersebut disampaikan berdasarkan hasil klarifikasi dan crosscheck lapangan terhadap berbagai isu yang berkembang di sektor otomotif.

Pernyataan itu merupakan hasil Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) KSPN yang berlangsung pada 26–27 Juni 2026 di Kertajati, Majalengka, Jawa Barat.

Dalam forum tersebut, KSPN membahas berbagai isu ketenagakerjaan, mulai dari investasi, perlindungan industri eksisting, kesejahteraan pekerja, proses pembentukan Undang-Undang Ketenagakerjaan baru, hingga isu pemutusan hubungan kerja (PHK).

Salah satu perhatian utama pihaknya yakni dugaan relokasi dua perusahaan komponen otomotif Jepang di Jawa Timur, yakni PT Surabaya Autocomp Indonesia (SAI) dan PT Jawa Autocomp Indonesia (JAI).

Hasil penelusuran menunjukkan bahwa anggapan mengenai kurangnya kepedulian pemerintah terhadap industri otomotif tidak benar. KSPN menilai pemerintah selama ini konsisten menjalankan berbagai kebijakan yang berpihak pada keberlangsungan industri nasional.

Baca juga: Kemenperin: Investasi otomotif capai Rp174 triliun dan pekerja 99 ribu

Menurut KSPN, langkah strategis yang ditempuh pemerintah melalui Kementerian Perindustrian (Kemenperin), termasuk mengusulkan berbagai insentif bagi sektor otomotif, bertujuan menjaga investasi yang telah ada, meningkatkan utilisasi pabrik, serta memberikan kepastian kerja bagi para pekerja.

KSPN juga meluruskan informasi mengenai kondisi PT SAI dan PT JAI. Berdasarkan hasil konfirmasi yang diperoleh, situasi di kedua perusahaan merupakan bagian dari dinamika bisnis internal dan bukan disebabkan oleh relokasi fasilitas produksi dari Indonesia ke Vietnam.

Organisasi pekerja tersebut menegaskan fasilitas produksi kedua perusahaan tetap beroperasi di Indonesia.

Sebelumnya, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menepis isu rencana hengkang atau relokasi fasilitas produksi dua industri komponen otomotif dari Indonesia ke Vietnam, serta menyatakan kedua perusahaan tetap beroperasi normal dan justru berkontribusi pada ekspor nasional.

Juru Bicara Kemenperin Febri Hendri Antoni Arif dikonfirmasi di Jakarta, Selasa (23/6) menyampaikan, menindaklanjuti pemberitaan yang berkembang terkait dugaan relokasi perusahaan industri komponen otomotif dari Indonesia ke Vietnam, Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita pada Minggu tanggal 21 Juni 2026 memerintahkan Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (Dirjen ILMATE) untuk menelusuri kebenaran informasi relokasi produksi PT. S dan PT.J serta Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) pada dua industri tersebut

“Pada hari Minggu sore tanggal 21 Juni 2026, Bapak Menteri Perindustrian telah memerintahkan Dirjen ILMATE untuk menelusuri kebenaran informasi relokasi perusahaan industri komponen otomotif dari Indonesia ke Vietnam. Mempertimbangkan kehati-hatian dan sensifitas isu ini bagi industri dan investasi asing pada sektor industri otomotif Indonesia, maka pada hari ini kami menyampaikan temuan lapangannya pada publik,” ujar dia.

Baca juga: Kemenperin catat kawasan industri serap 2,35 juta pekerja

Baca juga: Menaker: Standar kerja era digital jadi acuan regulasi ketenagakerjaan

Baca juga: Kemenperin yakin penurunan harga LNG jadi angin segar bagi industri

Pewarta: Ahmad Muzdaffar Fauzan
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |