Irak dan Suriah bahas pemulihan pipa minyak yang lumpuh akibat AS

2 hours ago 1

Moskow (ANTARA) - Menteri Luar Negeri Irak, Fuad Hussein, dan Menteri Luar Negeri Suriah, Asaad Al-Shaibani, membahas rencana pemulihan jalur pipa minyak yang menghubungkan kedua negara, kata Kementerian Luar Negeri Irak pada Senin (29/6).

Pertemuan tersebut berlangsung di Damaskus dan turut dihadiri Menteri Energi Irak, Mohammed Al-Bashir.

“Pertemuan juga membahas mekanisme transportasi dan transit pasokan energi, proyek rehabilitasi pipa minyak dari Irak ke Suriah, serta kerja sama di bidang sumber daya air dan pertanian, yang akan berkontribusi pada peningkatan ketahanan pangan bersama, integrasi ekonomi, dan kepentingan bersama kedua negara,” kata kementerian dalam sebuah pernyataan.

Kedua menteri juga sepakat membentuk komite bersama untuk memastikan tindak lanjut pelaksanaan hasil-hasil kerja sama bilateral serta mengoordinasikan upaya di berbagai bidang.

Selain itu, kedua pihak membahas langkah-langkah untuk memperkuat kerja sama di bidang keamanan.

Pada hari yang sama, Hussein juga diterima Presiden Suriah, Ahmed Sharaa. Pembicaraan tersebut berfokus pada perkembangan terkini di kawasan serta upaya memperkuat kerja sama antara Baghdad dan Damaskus.

Pipa minyak Kirkuk–Baniyas sepanjang sekitar 880 kilometer dibangun pada dekade 1950-an. Pipa tersebut sebelumnya mengalirkan hingga 300.000 barel minyak per hari dari ladang minyak di Irak utara menuju kilang di Kota Homs, Suriah, sebelum diteruskan ke terminal di pelabuhan Mediterania Baniyas.

Pada akhir abad ke-20, pipa tersebut tidak beroperasi selama hampir 20 tahun. Operasinya kembali dipulihkan pada tahun 2000, namun kemudian kembali lumpuh akibat pemboman Amerika Serikat pada 2003.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti

Baca juga: Iran serang pangkalan militer AS di Irak Utara

Baca juga: Belajar dari perang Irak, Trump sebut tidak akan ganggu militer Iran

Penerjemah: Kuntum Khaira Riswan
Editor: Arie Novarina
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |