PM Inggris baru tegaskan kembali komitmen kuat terhadap Ukraina

1 month ago 7

London (ANTARA) - Perdana Menteri Inggris Andy Burnham, Senin (20/7), melakukan panggilan telepon terpisah dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy dan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen guna menegaskan kembali komitmennya kepada Ukraina.

Selama percakapan telepon dengan Zelenskyy, Burnham menegaskan kembali "komitmen teguh" dirinya dan Inggris kepada Ukraina dan menggarisbawahi bahwa "sama sekali tidak akan ada perubahan dalam pendekatan Inggris, termasuk dalam hal menekan Rusia."

Dia juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga dan orang-orang terkasih dari warga Ukraina yang kehilangan nyawa dalam serangan Rusia baru-baru ini," menurut pernyataan dari kantor Burnham.

"Perdana Menteri mengundang Presiden Zelenskyy ke Inggris sesegera mungkin dan berharap dapat membahas bagaimana kedua negara dapat memperkuat pertahanan untuk Ukraina dan Eropa secara keseluruhan."

Secara terpisah, Burnham juga berbicara dengan von der Leyen, menyebutkan bahwa dia berharap dapat bekerja sama erat dengan von der Leyen.

"Membangun hubungan yang lebih dekat dan ambisius adalah kunci keberhasilan di Inggris dan Eropa," kata Perdana Menteri Inggris itu.

Keduanya sepakat bahwa tim mereka harus bekerja sama erat menuju KTT Inggris-Uni Eropa di akhir tahun ini.

Beralih ke Ukraina, Burnham menggarisbawahi bahwa "komitmen teguh Inggris terhadap Ukraina akan sangat kuat" di bawah pemerintahannya.

Sebelumnya pada Senin (20/7), Burnham juga melakukan panggilan telepon dengan Presiden AS Donald Trump untuk membahas pertahanan dan keamanan serta situasi di Selat Hormuz.

Sumber: Anadolu

Baca juga: Burnham lakukan panggilan pertama dengan Trump bahas Selat Hormuz

Baca juga: Parlemen: Iran siaga hadapi penguatan militer AS di kawasan

Penerjemah: Cindy Frishanti Octavia
Editor: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |