Bandarlampung (ANTARA) - PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Lampung membangun jaringan listrik sepanjang satu kilometer untuk mengoperasikan pompa air guna menjaga ketersediaan air bagi pertanian di Kabupaten Lampung Tengah.
"Di kawasan Pertanian Modern–Advanced Agriculture System (PM-AAS) di Kampung Rama Nirwana, Kecamatan Seputih Raman, kami bangun jaringan listrik untuk mengoperasikan pompa air sehingga ketersediaan air bagi lahan persawahan dapat terjaga, terutama saat curah hujan menurun atau memasuki musim kemarau," kata General Manager PLN UID Lampung, Noer Soeratmoko, sebagaimana dikonfirmasi di Bandarlampung, Senin.
Ia mengatakan PLN Lampung terus memperkuat layanan kelistrikan bagi sektor produktif, termasuk pertanian. Sebab saat ini listrik tidak hanya menjadi kebutuhan rumah tangga, tetapi juga bagian penting dalam modernisasi pertanian.
"Energi listrik dapat dimanfaatkan untuk mendukung sistem pengairan, pengolahan lahan, penggunaan alat dan mesin pertanian hingga proses pascapanen," ujarnya.
Menurutnya, pada lokasi PM-AAS Lampung Tengah, PLN menghadirkan jaringan listrik untuk mengoperasikan pompa air agar petani lebih efisien dan menghemat biaya para petani, serta hasil yang cukup baik di mana dari lahan percontohan seluas 100 hektare, produktivitas padi tercatat mencapai sekitar 11,4 ton per hektare.
"Dibandingkan penggunaan bahan bakar minyak, pompa listrik lebih hemat dan efisien serta dapat dioperasikan secara manual maupun otomatis sehingga memudahkan petani," kata dia.
Baca juga: Listrik PLN tingkatkan produktivitas petani bawang di Bone
Baca juga: PLN operasikan pompa persawahan di Ponorogo dukung ketahanan pangan
Menurut Noer, PLN siap berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan dinas pertanian untuk memetakan kebutuhan listrik di kawasan pertanian lainnya.
"Tentunya, pengembangan jaringan akan dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan petani dan kondisi infrastruktur kelistrikan di setiap lokasi," kata dia.
Ia mengatakan, sejauh ini, PLN UID Lampung telah mendukung elektrifikasi di 73 lokasi rehabilitasi sumur jaringan irigasi air tanah, 131 lokasi optimalisasi lahan nonrawa, 794 lokasi smart farming persawahan di Lampung Selatan, serta 154 lokasi Program Listrik Masuk Sawah di Pringsewu.
"Seluruh lokasi tersebut telah memperoleh pasokan listrik PLN. Kami harap dengan kolaborasi bersama pemerintah, kelompok tani, dan pemangku kepentingan lainnya, pemanfaatan listrik di sektor pertanian dapat memperluas penerapan teknologi, meningkatkan efisiensi usaha tani, dan memperkuat ketahanan pangan di Lampung," kata dia.
Baca juga: Kementan: 1.003 pompa tersalurkan di Riau untuk perluasan areal tanam
Baca juga: Pemkab fungsikan pompa brigade pangan atasi sawah kering di Aceh Jaya
Pewarta: Dian Hadiyatna
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































