Jakarta (ANTARA) - Kawasaki Ninja E-1 masih dipertahankan oleh produsen asal Jepang tersebut di pasar Amerika Serikat, meski memunculkan pertanyaan soal daya saing, terutama karena harga dan performanya yang dinilai kurang kompetitif dibandingkan motor bermesin bensin.
CarsCoops pada Senin melaporkan bahwa motor tersebut dibanderol dengan harga 7.899 dolar AS (Rp139, 75 juta) dan motor listrik tersebut hanya dapat menghasilkan tenaga maksimum 12 hp atau sekitar 9 kW.
Angka itu, bahkan hanya dapat dipertahankan secara singkat melalui fitur e-boost selama 15 detik. Di luar mode tersebut, tenaga dibatasi sekitar 7 hp.
Baca juga: Kawasaki W175 ABS dan W175 Street hadir dengan gaya retro
Kondisi ini, berbeda dengan sejumlah model bensin Kawasaki lainnya. Ninja 300 model 2026, misalnya, memiliki tenaga 39 hp dengan harga 4.999 dolar AS (Rp88,45 juta).
Sementara model lainnya seperti Ninja 500 ABS, menghasilkan 51 hp dengan banderol 5.799 dolar AS Rp102,6 juta), sedangkan Ninja 650 ABS menawarkan tenaga 67 hp dengan harga 8.199 dolar AS (Rp145 juta).
Perbedaan semakin terlihat pada jarak tempuh. Ninja E-1 diklaim mampu mencapai sekitar 66 kilometer dalam kondisi tertentu dengan mode ECO dan tanpa e-boost.
Baca juga: Tutup 2025, Kawasaki rilis tiga model baru perkuat segmen premium
Sementara itu, motor bensin Kawasaki dalam kelas tersebut dapat menempuh jarak lebih jauh dengan satu tangki bahan bakar.
Meski demikian E-1 memiliki karakter berbeda, karena motor ini menyasar kebutuhan mobilitas perkotaan dengan pengoperasian sederhana tanpa kopling maupun mesin pembakaran.
Dua baterai E-1 juga dapat dilepas untuk diisi ulang dan Kawasaki menyebut pengisian membutuhkan waktu sekitar 3,7 jam.
Baca juga: Kawasaki rilis W230 terbaru di pasar Inggris
Solusi ini memungkinkan pengguna yang tinggal di apartemen, dapat mengisi baterai tanpa harus menyediakan sumber listrik di area parkir.
Secara konsep, Ninja E-1 lebih tepat dipandang sebagai motor komuter listrik bergaya sport ketimbang pengganti langsung motor bensin.
Tantangannya, harga yang relatif tinggi dan jarak tempuh terbatas membuat daya tariknya di Amerika Serikat menjadi lebih terbatas.
Baca juga: Kawasaki 500 dan 500 SE 2025 dibanderol dengan harga Rp100 juta lebih
Pewarta: Chairul Rohman
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2026

















































