Jakarta (ANTARA) - Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Islam Negeri (FEB UIN) Jakarta menelusuri rekam jejak Raden Mas (RM) Margono Djojohadikoesoemo atau kakek Presiden RI Prabowo Subianto guna memperkuat validasi naskah akademik pengusulan sebagai pahlawan nasional.
Kegiatan ini dilakukan bersama forum kerukunan warga Banyumas, yang tergabung dalam Seruan Eling Banyumas (Serulingmas) sebagai kelanjutan dari kegiatan Seminar Nasional bertajuk "Perintis dan Kepeloporan RM Margono Djojohadikusumo dalam Meletakkan Fondasi Sistem Keuangan Modern untuk Pembangunan Perekonomian Indonesia".
Dekan FEB UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof Ibnu Qizam dalam keterangan di Jakarta, Senin menyatakan kesiapan akademisinya untuk menindaklanjuti kajian seminar tersebut hingga tahap penyusunan berkas akhir. Pihaknya telah merancang kerja riset secara terstruktur dengan membagi tim ke dalam dua fokus utama.
"Kami membagi tugas ke dalam dua tim utama, yakni tim peneliti dan tim kajian akademis. Perjalanan sejarah RM Margono harus kita lihat secara utuh dan berkesinambungan," katanya.
Baca juga: Paguyuban Serulingmas usulkan kakek Prabowo menjadi Pahlawan Nasional
Ibnu Qizam menekankan bahwa pengusulan pahlawan nasional memerlukan keseimbangan antara riset historiografi dan penyebarluasan informasi ilmiah kepada publik.
"Pengabdian perlu semacam publikasi dan diseminasi supaya dua hal ini jalan berimbang. Ini penting untuk memberikan kemantapan agar usulan kita dapat diterima dengan baik oleh pemerintah pusat," ujarnya.
Diketahui sebelumnya, RM Margono merupakan pendiri Bank Negara Indonesia (BNI) yang turut membangun ekonomi kerakyatan, perbankan nasional, serta pengembangan koperasi di Indonesia.
Ibnu Qizam menambahkan, tim riset FEB UIN Jakarta berkomitmen menghadirkan kajian yang melampaui standar minimal.
"Kalau bisa kita melampaui apa yang menjadi standar. Kami ingin menghadirkan penelitian yang komprehensif guna memperkuat validasi perjalanan dan kontribusi besar RM Margono bagi bangsa," ucap dia.
Baca juga: Prabowo ziarah ke makam R.M. Margono Djojohadikusumo di Desa Dawuhan
Lebih lanjut, Peneliti dari UIN Jakarta, Titik Nurhayati mengungkapkan bahwa penelusuran heuristik dan inventarisasi dokumen sejarah telah mulai berjalan secara intensif, yang difokuskan pada pengumpulan data primer dan sekunder dari berbagai lembaga arsip domestik utama.
"Kami telah melakukan penelusuran jejak RM Margono di berbagai institusi arsip nasional, termasuk Perpustakaan Nasional (Perpusnas), Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), KITLV Jakarta, hingga arsip historis BNI," ungkap dia.
Menurut Titik, langkah ini dilakukan untuk menginventarisasi surat kabar sezaman, dokumen biografi ilmiah, serta catatan perjalanan RM Margono sejak masa kolonial hingga awal kemerdekaan.
Ia menyebut penelusuran dokumen tidak berhenti di dalam negeri, melainkan dilanjutkan dengan riset arsip internasional dan verifikasi data lapangan di Madiun, Malang, Cilacap, hingga Banyumas.
Melalui riset ini, Titik menargetkan pihaknya mampu menghasilkan rekonstruksi biografi yang utuh serta matriks kelayakan sesuai kriteria undang-undang sebelum berkas diserahkan secara resmi.
Sementara, Wakil Ketua Umum Serulingmas Mayjen TNI (Purn) Wuryanto menegaskan pentingnya akurasi dan objektivitas naskah akademik. Menurutnya, penilaian di tingkat daerah maupun kabupaten dengan pendampingan pakar harus dilakukan secara cermat dan tidak seadanya.
"Naskah akademik penilaian di kabupaten dengan pendampingan tidak dilakukan penilaian yang seharusnya (asal-asalan). Harus benar-benar sahih dan teruji. Target kami adalah penyempurnaan naskah akademik ini selesai sebelum November," ucap Wuryanto.
Baca juga: SMSI tunda pengusulan RM Margono Djojohadikusumo jadi pahlawan nasional
Baca juga: FEB UIN Jakarta perkuat tata kelola lewat peta profil akademik dosen
Pewarta: Sean Filo Muhamad
Editor: Nurul Hayat
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































