Pegawai Hyundai mogok kerja terkait masalah upah

2 hours ago 3

Jakarta (ANTARA) - Produsen otomotif asal Korea Selatan, Hyundai mendapatkan kecaman dari para pegawainya yang melancarkan aksi mogok kerja karena gagal dalam mencapai kesepakatan dengan manajemen mengenai upah.

Yonhap pada Jumat (21/8) waktu setempat melaporkan bahwa kondisi ini menandai pertama kalinya dalam 10 tahun serikat pekerja produsen mobil tersebut menggelar pemogokan selama delapan jam.

Lini produksi di pabrik Hyundai Motor di Ulsan, Jeonju, dan Asan terpaksa dihentikan selama total 16 jam dalam dua shift kerja.

Baca juga: Pekerja Hyundai mogok kerja, robot jadi salah satu alasan

Hal itu, dikarenakan terdapat sekitar 39.000 anggota serikat pekerja berpartisipasi dalam aksi mogok kerja tersebut.

Termasuk aksi mogok kerja hari Jumat, serikat pekerja telah melakukan total 60 jam aksi mogok sejak perundingan upah dengan manajemen dimulai pada bulan Mei.

Aksi mogok yang berkelanjutan diperkirakan akan mengakibatkan kerugian produksi kumulatif sekitar 55.200 kendaraan, dengan kerugian penjualan melebihi 2,3 triliun won, menurut sumber industri.

Baca juga: Produksi chip Samsung alami penurunan imbas aksi mogok kerja

Gangguan produksi diperkirakan akan memburuk, karena serikat pekerja berencana melakukan pemogokan tambahan selama empat jam pada Senin dan Selasa.

Aksi buruh terbaru ini terjadi setelah manajemen dan serikat pekerja gagal mempersempit perbedaan mereka mengenai upah, usulan kenaikan gaji berbasis kinerja sebesar 50 persen, pengembalian anggota serikat pekerja yang dipecat karena aktivitas ilegal, dan perpanjangan usia pensiun.

Pada Jumat (21/8), serikat pekerja Kia Corp., perusahaan afiliasi Hyundai Motor, menyetujui rencana untuk melakukan pemogokan sebagian mulai Rabu hingga Jumat setelah gagal mempersempit perbedaan pendapat dengan manajemen mengenai upah.

Baca juga: IAM: Lebih dari 3 ribu pekerja Boeing akan akhiri 3 bulan mogok kerja

Serikat pekerja menuntut kenaikan gaji pokok bulanan sebesar 149.600 won dan bonus kinerja yang setara dengan 30 persen dari laba operasional perusahaan tahun lalu.

Jika serikat pekerja melanjutkan aksi mogok yang direncanakan, itu akan menandai pemogokan pertama Kia dalam enam tahun terakhir.

Baca juga: Petugas bandara di seluruh Korsel mogok kerja

Pewarta:
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2026

Read Entire Article
Rakyat news | | | |