Hutan terbakar, biodiversitas dan DNA Sustainability ikut terancam

2 hours ago 4
Ketika hutan terbakar, yang hilang bukan hanya pohon, satwa dan karbon. Yang mungkin ikut terbakar adalah sebagian dari pengetahuan, identitas, budaya, dan DNA sustainability Indonesia.

Jakarta (ANTARA) - Ketika kebakaran hutan terjadi, perhatian terbesar publik biasanya tertuju pada luas lahan yang terbakar, jumlah titik panas, asap, emisi karbon, hingga kerugian ekonomi. Namun, ada satu pertanyaan yang jarang dibahas: berapa nilai biodiversitas dan DNA Sustainability yang ikut terbakar?

Pertanyaan ini penting bagi Indonesia. Sebagai salah satu negara dengan kekayaan keanekaragaman hayati yang tinggi, hutan Indonesia menyimpan jauh lebih banyak daripada sekadar pohon dan karbon.

Hutan menyimpan habitat, flora, fauna, sumber daya genetik, air, tanah, pangan, obat-obatan, serta berbagai jasa ekosistem.

Bagi masyarakat adat dan komunitas yang hidup langsung dengan hutan, hutan juga merupakan ruang hidup, sumber penghidupan, identitas budaya, dan dalam konteks tertentu memiliki nilai yang teramat penting sebagai kearifan lokal berupa DNA Sustainability.

Karena itu, ketika hutan terbakar, yang hilang bukan sekadar tutupan vegetasi. Yang ikut terbakar adalah natural capital dan sebagian warisan kehidupan Indonesia.

Selama ini luas kawasan terbakar menjadi salah satu indikator utama untuk menggambarkan dampak kebakaran. Padahal, dua kawasan yang sama-sama terbakar 1.000 hektare belum tentu memiliki nilai ekologis yang sama.

Kawasan pertama mungkin memiliki biodiversitas relatif rendah. Sementara kawasan kedua bisa menjadi habitat spesies endemik, kawasan penting bagi satwa, koridor ekologis, kawasan gambut, sumber air, sekaligus ruang hidup masyarakat lokal. Secara angka, sama-sama 1.000 hektare, tetapi nilai yang hilang bisa sangat berbeda.

Karena itu, kita perlu mengubah pertanyaan dari: Berapa hektare hutan yang terbakar?” menjadi: “Apa saja yang berada di dalam kawasan tersebut dan berapa nilai yang hilang ketika ekosistem itu terbakar?”

Inilah pentingnya memasukkan biodiversity value, natural capital value dan kearifan lokal dalam perhitungan dampak kebakaran.

Baca juga: Ekonom: Dampak ekonomi yang timbulkan oleh karhutla jauh lebih luas

Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |