Pimpinan MPR kecam serangan sipil dan minta OKI waspada

1 week ago 4

Jakarta (ANTARA) - Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid (HNW) mengecam serangan terhadap target sipil dan objek ekonomi di Timur Tengah serta mengingatkan negara-negara Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) waspada terhadap skenario adu domba yang dapat memperluas konflik.

HNW menyoroti serangan terhadap fasilitas ekonomi di Arab Saudi dan Qatar, termasuk kilang Ras Tanura milik Aramco dan produksi LNG Qatar Energy, serta serangan terhadap objek sipil seperti sekolah perempuan di Minab dan rumah sakit Gandhi di Teheran, Iran.

"Adu domba dan penyerangan terhadap target-target sipil/ekonomi/nonmiliter merupakan pola yang selama ini dilakukan oleh Israel terhadap bangsa Palestina di Gaza dan lain-lainnya dan harus diwaspadai ketika jurus ini juga terulang kembali dalam perang Israel terhadap Iran. di mana sekolah bahkan yang khusus perempuan dan rumah sakit sudah menjadi korban dari serangan Israel," ujar HNW dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.

"Tetapi juga serangan balik Iran dengan disasarnya obyek ekonomi vital non militer di Saudi dan Qatar, siapapun pelakunya, juga harus diwaspadai dan dikutuk keras, karena penyerangan-penyerangan terhadap target nonmiliter dan terhadap warga sipil jelas merupakan pelanggaran hukum internasional, tidak sesuai Piagam PBB, Statuta OKI, dan juga tidak dibenarkan dalam Islam," ujar dia menambahkan.

Menurut dia, negara-negara anggota OKI di kawasan Teluk harus meningkatkan kewaspadaan terhadap dugaan operasi false flag atau bendera palsu yang dapat menyeret negara-negara tersebut ke dalam perang terbuka dan memecah soliditas internal.

HNW juga meminta Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan OKI mengambil langkah nyata dan tegas untuk menghentikan eskalasi serta menjatuhkan sanksi terhadap pihak yang terbukti menyerang target nonmiliter.

"Agar perang segera bisa dihentikan dan tidak makin meluas karena menimbulkan makin banyak korban, terbanyak dari kalangan nonmiliter/sipil termasuk proyek vital ekonomi non militer," katanya.

Ia mengingatkan eskalasi konflik dan perpecahan di antara negara OKI justru dapat menguntungkan agenda ekspansi yang disebut sebagai proyek “Israel Raya”, yang dinilai berpotensi mengancam kedaulatan negara-negara di kawasan.

Lebih lanjut, HNW mendorong Sekretariat Jenderal OKI segera menginisiasi konferensi tingkat tinggi luar biasa guna meredam konflik dan memperkuat solidaritas antarnegara anggota.

"Penting agar makar/konspirasi Israel itu malah menyadarkan negara-negara OKI untuk segera dapat mewujudkan kerjasama, saling menguatkan esensi mereka sebagai sesama anggota OKI yang didirikan untuk saling membantu dan menyelamatkan Masjid Al-Aqsa dan kemerdekaan Palestina, bukan malah sebaliknya saling melemahkan," kata dia.

HNW menegaskan penghentian serangan terhadap target sipil dan penguatan solidaritas antarnegara OKI menjadi langkah mendesak untuk mencegah meluasnya konflik serta melindungi stabilitas kawasan.

Baca juga: Pimpinan MPR ingatkan Prabowo konsisten konstitusi soal mediasi

Baca juga: Wakil Ketua MPR dukung OKI kecam pernyataan Dubes AS di Israel

Pewarta: Devi Nindy Sari Ramadhan
Editor: Benardy Ferdiansyah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |