PHE jaga lifting minyak 386 ribu barel per hari pada Ramadhan-Lebaran

1 week ago 3
Selama Ramadan dan Idul Fitri 2026, operasi hulu migas tetap berjalan normal dengan pengawasan diperketat

Jakarta (ANTARA) - PT Pertamina Hulu Energi (PHE), Subholding PT Pertamina (Persero), memastikan lifting minyak (produksi siap jual) mencapai 386.000 barel per hari pada Februari 2026 tetap terjaga selama periode Ramadhan dan Idul Fitri 2026, guna mendukung ketahanan energi nasional.

Corporate Secretary PHE Hermansyah Y. Nasroen mengatakan capaian tersebut setara 100 persen dari realisasi produksi pada periode tersebut.

“Lifting minyak di bulan Februari mencapai 386.000 barel per hari. Ini mencapai 100 persen dari lifting to production,” kata Hermansyah di Jakarta, Selasa.

Selain minyak, lifting gas pada Februari 2026 tercatat sebesar 1.683 juta kaki kubik per hari (MMSCFD) melalui 15 operator wilayah kerja dan 154 perjanjian komersial.

Hermansyah menyampaikan PHE menjalankan program pengeboran sekitar 113 sumur pada periode Februari–Maret 2026 dengan dukungan 73 rig pengeboran untuk menjaga keberlanjutan produksi.

Pada periode yang sama, perseroan juga melaksanakan lebih dari 5.300 pekerjaan kerja ulang dan perawatan sumur dengan dukungan 157 rig.

Ia menambahkan kegiatan hulu migas Pertamina mencakup lebih dari 80 persen aktivitas hulu migas nasional, sehingga stabilitas operasi menjadi faktor penting dalam menjaga pasokan energi domestik.

Untuk mendukung kesinambungan suplai ke kilang, PHE menjadwalkan 40 kargo pengiriman minyak melalui kapal serta 58 kali penyaluran melalui pipa pada Februari–Maret 2026.

Hermansyah menegaskan operasi hulu migas tetap berjalan normal pada periode Ramadhan dan Idul Fitri 2026 dengan pengawasan keselamatan yang diperketat.

“Selama Ramadan dan Idul Fitri 2026, operasi hulu migas tetap berjalan normal dengan pengawasan diperketat. Tidak ada penurunan standar keselamatan maupun pengurangan kontrol operasional,” ungkap dia.

Menurutnya, fokus kesiapsiagaan mencakup kesiapan organisasi tanggap darurat, kesiapan personel siaga, penerapan kelayakan kerja dan pengelolaan kelelahan, serta pengelolaan logistik pendukung operasi guna memastikan produksi dan pengangkatan tetap optimal selama periode puncak konsumsi energi.

Baca juga: PHE tawarkan 500 sumur tidak aktif ke mitra strategis 2026

Baca juga: Pakar UI: Kinerja hulu Pertamina topang ketahanan energi nasional

Baca juga: PHE catat kinerja operasional solid hingga triwulan III 2025

Pewarta: Aria Ananda
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |