Jakarta (ANTARA) - Pengamat politik senior Boni Hargens menilai program Safari Ramadhan dan Bakti Sosial Polri 2026 merupakan bentuk nyata Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dalam bertransformasi.
Sebab selama bulan suci Ramadhan 2026, menurutnya, Polri di bawah kepemimpinan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo hadir sebagai institusi yang humanis, profesional, dan berkomitmen penuh dalam mendukung program pemerintah serta melayani masyarakat.
"Polri telah membuktikan dirinya sebagai mitra strategis yang tak tergantikan dalam pelaksanaan berbagai program prioritas pemerintah, mulai dari ketahanan pangan hingga pengendalian harga bahan pokok yang langsung berdampak pada kehidupan masyarakat sehari-hari," kata Boni dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Sabtu.
Program Safari Ramadhan dan Bakti Sosial Polri 2026 dinilai menjadi salah satu wujud paling konkret dari komitmen institusi kepolisian untuk hadir sebagai bagian dari keluarga besar masyarakat Indonesia.
Dia mengatakan ribuan personel Polri telah mengunjungi panti asuhan, panti jompo, dan keluarga kurang mampu di seluruh Indonesia dengan membawa paket sembako, santunan, dan semangat kebersamaan yang mempererat hubungan antara polisi dan masyarakat.
Di sisi lain, Kapolri beserta jajaran pimpinan Polri juga mengadakan safari ke berbagai masjid, surau, dan pesantren untuk bersilaturahim, mendengarkan aspirasi masyarakat, dan berdoa bersama demi keselamatan bangsa Indonesia.
Selain itu, ia menyebut Polri memiliki peran dalam ketahanan pangan, pengendalian harga, dan situasi kondusif Ramadhan.
Sebagai mitra strategis pemerintah, Polri dinilai tidak hanya berperan sebagai penegak hukum semata, tetapi juga sebagai fasilitator pembangunan sosial yang turut ambil bagian dalam mewujudkan cita-cita Indonesia yang aman, damai, dan sejahtera.
Baca juga: Kapolri ungkap upaya pemerintah jaga perdamaian tengah konflik global
"Pendekatan ini mencerminkan transformasi paradigma Polri yang berorientasi pada pelayanan publik yang tulus dan berkesinambungan," ujar dia.
Boni menuturkan Polri bersinergi erat dengan berbagai kementerian dan lembaga negara untuk memastikan suasana kondusif selama bulan penuh berkah.
Kolaborasi tersebut mencakup dengan kementerian, lembaga negara, organisasi masyarakat sipil, hingga komunitas keagamaan yang tersebar di seluruh pelosok Indonesia.
Ia membeberkan koordinasi dilakukan secara intensif agar pelaksanaan ibadah masyarakat Muslim berlangsung dengan aman, tertib, dan penuh khidmat tanpa gangguan keamanan yang berarti.
Dikatakan bahwa kerja keras dan dedikasi Polri dalam mendukung program pemerintah serta melayani masyarakat selama Ramadhan pun mendapat respons positif yang luar biasa dari berbagai kalangan.
Dia berpendapat berbagai apresiasi mengalir dari para pejabat negara, tokoh agama, hingga masyarakat akar rumput yang merasakan langsung manfaat kehadiran Polri di tengah kehidupan mereka.
Oleh karena itu, sambung dia, Polri Ramadhan 2026 merupakan cerminan nyata dari Polri yang telah dan terus bertransformasi dari institusi yang ditakuti menjadi institusi yang dicintai, serta dari penegak hukum yang keras menjadi pelayan masyarakat yang tulus.
Di sisi lain, ia menilai transformasi institusional yang dijalankan Polri di bawah kepemimpinan Kapolri Jenderal Listyo Sigit menghasilkan dampak yang terukur dan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Pasalnya dalam kurun empat tahun, dirinya mengungkapkan kasus kekerasan turun hingga 80 persen dan penyalahgunaan wewenang turun 83 persen, yang merupakan cerminan luar biasa komitmen reformasi sungguh-sungguh Polri.
"Penurunan signifikan berbagai kasus pelanggaran mencerminkan keberhasilan reformasi internal yang konsisten dan berani," tutur Boni.
Baca juga: DKI gandeng TNI-Polri pastikan malam takbiran di Jakarta aman
Baca juga: Kapolri ajak buruh bersatu wujudkan Indonesia Emas 2045
Pewarta: Agatha Olivia Victoria
Editor: Tasrief Tarmizi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































