Banjarbaru, Kalsel (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Banjarbaru, Kalimantan Selatan (Kalsel), mengintensifkan patroli sebagai upaya mitigasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah setempat.
"Upaya mitigasi karhutla dilakukan dengan mengecek kesiapsiagaan para petugas di lapangan dalam menghadapi potensi bencana kebakaran hutan dan lahan," Wali Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan Erna Halaby di Banjarbaru, Selasa.
Hal tersebut disampaikan Wali Kota Banjarbaru saat memimpin Apel Siaga Bencana Kota Banjarbaru 2025 yang digelar di Lapangan dr Murdjani Banjarbaru pada Selasa pagi.
Apel ini digelar sebagai bentuk kesiapsiagaan Pemerintah Kota Banjarbaru dalam menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan.
Baca juga: Pemkot Banjarmasin tetapkan siaga karhutla
Dalam kesempatan itu, Wali Kota juga menyampaikan bahwa hingga akhir Juli 2025, terjadi 43 kejadian karhutla dengan luas terdampak 76 hektare, dan mayoritas berada di wilayah Landasan Ulin dan Liang Anggang.
Lisa juga menekankan pentingnya memastikan kesiapan personel, logistik, dan peralatan. Pemkot Banjarbaru tengah mendorong mitigasi jangka panjang melalui teknologi seperti water bombing dan modifikasi cuaca, bekerja sama dengan BNPB, BMKG, dan Pemprov Kalimantan Selatan.
“Pemkot Banjarbaru memastikan kesiapannya dalam menghadapi ancaman karhutla. Kita harus terus memperkuat kolaborasi, komando lapangan, serta edukasi kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar,” tegasnya.
BMKG memprediksi kemarau tahun ini bersifat kemarau basah, namun titik api tetap muncul dan bisa meluas. Oleh karena itu, sejak Mei 2025, Pemkot Banjarbaru telah menetapkan status siaga darurat karhutla, membentuk posko siaga, serta mengintensifkan patroli dan upaya mitigasi.
Baca juga: Polda Sumsel latih 180 personel untuk penanganan karhutla
“Kita tetap siaga meskipun hujan masih turun sesekali. Ini sesuai hasil rapat koordinasi bersama gubernur dan kepala daerah lainnya di Kalsel. Apel hari ini juga sekaligus untuk mengecek kesiapan personel dan perlengkapan pemadam kebakaran,” lanjutnya.
Erna Lisa juga meninjau langsung kesiapan armada dan peralatan pemadam kebakaran, serta melakukan pengecekan terhadap personel gabungan yang disiagakan.
“Saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran pemerintah, instansi vertikal, para relawan, dan seluruh elemen masyarakat yang terus berperan aktif menjaga Banjarbaru dari bencana karhutla,” pungkasnya.
Baca juga: Riau perpanjang status tanggap darurat karhutla
Pewarta: Gunawan Wibisono
Editor: Sambas
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.