Pemkab Gianyar jaring kreativitas pelaku ekraf lewat desain logo

1 month ago 19

Gianyar, Bali (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Gianyar menjaring kreativitas pelaku ekonomi kreatif (ekraf) untuk mendesain logo daerah dengan mengusung filosofi maskot bunga padma.

“Bunga Padma tumbuh dari lumpur namun tetap bersih dan indah, yang secara filosofis menggambarkan kemampuan tetap murni di tengah berbagai tantangan kehidupan,” kata Sekretaris Daerah Kabupaten Gianyar I Gusti Bagus Adi Widhya Utama di Gianyar, Bali, Jumat.

Ia mengharapkan desain yang dirancang mencerminkan nilai budaya, filosofi, serta semangat masyarakat Gianyar.

Adapun logo daerah itu terinspirasi dari maskot Padmakara (bunga Padma/lotus) yang akan digunakan sebagai identitas visual resmi Pemkab Gianyar sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Logo daerah, lanjut dia, memiliki peran penting memperkuat citra daerah, sarana promosi, serta alat komunikasi visual yang efektif dalam berbagai kegiatan pemerintahan, pariwisata, pendidikan, ekonomi kreatif, dan aktivitas positif lainnya.

Seleksi terbuka skala kabupaten itu dilakukan mulai 26 Maret hingga 1 April, dilanjutkan tahap penjurian dan presentasi hingga diumumkan pemenang pada 18 April 2026.

Ia pun mengundang masyarakat Gianyar dari beragam profesi khususnya memiliki keahlian desain grafis, seni rupa, ilustrator dan bidang ekonomi kreatif lainnya untuk melahirkan ide kreatif untuk menciptakan logo berhadiah total Rp50 juta.

Pemkab Gianyar mensyaratkan peserta dengan kartu tanda penduduk (KTP) Gianyar, namun tidak membatasi jenis profesi.

Peserta diwajibkan mengirim satu karya desain yang tidak melanggar hak cipta ataupun menggunakan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam pembuatan, atau harus murni karya sendiri dan belum pernah ikut dalam ajang serupa.

Adapun panitia seleksi itu dilaksanakan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Gianyar untuk melaksanakan sayembara dengan melibatkan tim juri yang berasal dari praktisi profesional desain atau seni, serta unsur akademisi atau tokoh yang memahami seni dan budaya.

“Kami mengharapkan karya orisinal, berkarakter, dan berkelanjutan, serta mampu menjadi identitas visual resmi yang membanggakan dan merepresentasikan semangat masyarakat Gianyar,” ujar dia.

Pewarta: Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
Editor: Virna P Setyorini
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |