Yogyakarta (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), menargetkan angka kemiskinan turun hingga di bawah 10 persen pada 2026 melalui berbagai program pengentasan kemiskinan yang terintegrasi.
Wakil Bupati Bantul Aris Suharyanta, di Bantul, Jumat, mengatakan salah satu upaya yang dilakukan untuk mempercepat pengentasan kemiskinan adalah mengintegrasikan data penerima program bantuan.
"Kami akan melakukan integrasi data penerima program penanggulangan kemiskinan baik yang bersifat pemberdayaan maupun pengurangan beban ekonomi," katanya.
Menurut dia, data yang terintegrasi menjadi dasar dalam menjalankan berbagai program pendukung pengentasan kemiskinan agar pelaksanaannya lebih tepat sasaran.
"Total ada 103 program dari 13 organisasi perangkat daerah (OPD) di Kabupaten Bantul yang akan diselenggarakan untuk mendukung pengentasan kemiskinan," ujarnya.
Ia mengimbau seluruh OPD meningkatkan koordinasi dan sinergi agar pelaksanaan program dapat berjalan optimal sesuai target yang telah ditetapkan.
"Angka kemiskinan tahun 2025 masih mencapai 11,54 persen dari total jumlah penduduk. Harapannya, pada 2026 bisa turun hingga di bawah 10 persen," katanya.
Baca juga: Bantul salurkan bansos pangan 1.154 KPM kurangi kemiskinan ekstrem
Baca juga: Bantul tanggulangi kemiskinan ekstrem melalui zakat dari ASN
Menurut dia, indikator kemiskinan di Kabupaten Bantul dipengaruhi oleh berbagai faktor, di antaranya pengangguran, belum memiliki pekerjaan tetap, serta pengelolaan keuangan keluarga yang belum efektif.
"Misalnya pengantin baru yang memang belum siap mengatur keuangan keluarga. Itu menjadi salah satu faktor yang mendorong angka kemiskinan di Bantul," ujarnya.
Karena itu, Pemkab Bantul akan bekerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk memberikan edukasi mengenai pengelolaan keuangan kepada calon pengantin sebagai salah satu upaya menekan angka kemiskinan.
"Kami bekerja sama dengan OJK akan menyelenggarakan sosialisasi kepada calon pengantin, mereka diberikan edukasi untuk melatih pemikiran agar siap mengatur keuangan dengan baik," katanya.
Selain itu, Pemkab Bantul juga akan menyiapkan berbagai bentuk bantuan bagi keluarga miskin sebagai bagian dari implementasi program prioritas.
"Kami akan memaksimalkan pemberian bantuan berupa uang tunai, pelatihan wirausaha, kemudahan akses pendidikan, hingga program padat karya yang harapannya mampu berkontribusi dalam pengentasan kemiskinan," ujarnya.
Baca juga: Kemensos & Komisi VIII DPR tangani kemiskinan ekstrem dan stunting DIY
Baca juga: Mensos targetkan penurunan kemiskinan ekstrem 0 persen dalam 2 tahun
Pewarta: Agung Dwi Prakoso
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































