Menbud: Museum Sriwijaya disiapkan jadi laboratorium riset kebudayaan

3 hours ago 2
Mari kita jadikan Museum Sriwijaya Dharmakirti ini sebagai jembatan antara ingatan masa lalu dan juga rancangan masa depan, antara pengetahuan lokal dan percakapan global

Muaro Jambi, Jambi (ANTARA) - Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon menyebut Museum Sriwijaya Dharmakirti di Kawasan Cagar Budaya Nasional (KCBN) Muarajambi disiapkan menjadi laboratorium riset kebudayaan.

"Mari kita jadikan Museum Sriwijaya Dharmakirti ini sebagai jembatan antara ingatan masa lalu dan juga rancangan masa depan, antara pengetahuan lokal dan percakapan global, serta antara perlindungan warisan budaya dan pemanfaatan untuk kesejahteraan masyarakat," kata Menbud Fadli Zon saat peresmian di KCBN Muarajambi, Jumat.

Menbud menegaskan keberadaan museum tersebut harus menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, sektor swasta di Jambi, serta perguruan tinggi.

Museum, lanjutnya, diharapkan tidak sekadar menjadi tempat penyimpanan benda bersejarah, melainkan difungsikan sebagai laboratorium riset dan pembelajaran multidisiplin.

Pengembangan penelitian di kawasan museum dilakukan melalui berbagai disiplin ilmu seperti arkeologi dan sejarah, konservasi, siklus serta sumber daya air (hidrologi), bahasa, digitalisasi, serta kajian ekonomi budaya.

Baca juga: Menbud akan resmikan Museum Sriwijaya Dharmakirti di Muaro Jambi

Untuk mendukung berbagai kegiatan dan riset kebudayaan tersebut, Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) telah menyiapkan dukungan pembiayaan melalui Dana Abadi Kebudayaan bernama Dana Indonesia Raya.

"Kita punya pembiayaan namanya Dana Indonesia Raya. Tahun ini kita manfaatkan sebesar Rp500 miliar, sekarang dalam proses akhir pengumuman. Jambi dapat cukup banyak," kata Fadli Zon.

Direktur Jenderal (Dirjen) Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi Kemenbud Restu Gunawan menambahkan sejak bergulirnya revitalisasi pada tahun 2022 upaya pelestarian KCBN Muarajambi terus dilakukan secara menyeluruh.

Proses pengembangan museum di atas lahan seluas 29 hektare di zona pengembangan KCBN ini dilakukan melalui prosedur ketat dan terencana.

Sebelum konstruksi dimulai, katanya, tim terlebih dahulu melakukan uji tanah arkeologi untuk memastikan area pembangunan tidak menindih atau merusak struktur yang tertinggal dalam cagar budaya di bawah tanah.

Baca juga: Menyusuri jejak kejayaan Sriwijaya di Museum Bahari

Ia berharap pembangunan museum ini tidak hanya menjadi objek bangunan baru, tetapi juga menjadi momentum sejarah dalam menyusun catatan perjalanan peradaban bangsa yang utuh bagi generasi mendatang.

Gubernur Jambi Al Haris menilai kehadiran museum menjadi langkah baik dalam menampilkan rekam jejak peradaban dan sejarah masa lalu Provinsi Jambi secara lebih utuh, mengingat kawasan candi ini belum sepenuhnya tergali dan terungkap ke publik.

"Kehadiran museum diharapkan menjadi miniatur sejarah lampau yang merekam jejak peradaban, inilah miniatur sejarah lampau," kata Al Haris.

Juru rawat koleksi Museum Sriwijaya Dharmakirti (kurator) merinci koleksi di dalam museum antara lain belasan arca, logam bahan batu, keramik, koleksi bata bergambar, belanga, jenis paku logam yang ditemukan di dalam KCBN Muarajambi, termasuk koleksi menarik lainnya yang dihimpun dari sejumlah daerah di provinsi tersebut.

Baca juga: Candi Muaro Jambi dan Proyek Strategis Nasional

Pewarta: Agus Suprayitno
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |