Palembang (ANTARA) - Tim gabungan masih melanjutkan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Rantau Bayur, Kabupaten Banyuasin, dan Pemulutan, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, karena api di kedua lokasi tersebut masih menyisakan asap.
Kepala Bidang Penanganan Darurat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Selatan (Sumsel) Sudirman di Palembang, Jumat, mengatakan pemadaman dilakukan melalui jalur darat dan udara dengan mengerahkan empat helikopter water bombing.
Hingga akhir pemadaman sore kemarin (30/1) oleh helikopter water bombing, karhutla di Rantau Bayur dan Pemulutan masih berasap.
Sudirman menjelaskan pemadaman di Rantau Bayur dilakukan dengan 147 kali pengeboman air (water bombing) menggunakan tiga helikopter. Luas lahan yang terbakar di wilayah tersebut diperkirakan mencapai 2-3 hektare.
Baca juga: BPBD Sumsel: Sembilan kabupaten telah berstatus siaga karhutla
Sementara di Pemulutan, helikopter melakukan 52 kali pengeboman air untuk memadamkan karhutla di lahan seluas sekitar 5-7 hektare.
Selain pemadaman melalui udara, tim gabungan juga melakukan penanganan melalui jalur darat di Pemulutan. Personel BPBD Sumsel dan Ogan Ilir, TNI, Polri, serta Manggala Agni, dikerahkan untuk mengatasi kebakaran.
"Upaya itu baru berhasil memadamkan sekitar empat hektare," kata Sudirman.
Tim gabungan masih melakukan pemantauan di sejumlah lokasi untuk memastikan tidak terdapat titik api baru dan mencegah kebakaran kembali meluas.
Baca juga: BPBD kerahkan empat helikopter padamkan karhutla di Banyuasin
Pewarta: Ahmad Rafli Baiduri
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































