Jakarta (ANTARA) - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyatakan program afirmasi pendidikan bagi masyarakat pesisir membuahkan hasil dengan mayoritas lulusan terbaik pendidikan vokasi KKP tahun akademik 2025/2026 berasal dari keluarga pelaku utama sektor kelautan dan perikanan.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan I Nyoman Radiarta mengatakan dari total 117 lulusan terbaik pada Wisuda Nasional Vokasi KKP Tahun Akademik 2025/2026 yang digelar di Jakarta, 28 Juli 2026, sebanyak 101 orang atau sekitar 86 persen merupakan anak nelayan, pembudi daya ikan, pengolah, pemasar hasil perikanan, hingga petambak garam.
"Dengan bekal kompetensi, sertifikasi, dan jiwa kewirausahaan, mereka tidak hanya siap kerja, tetapi juga siap menjadi penggerak ekonomi di daerahnya masing-masing," ujar Nyoman dalam keterangan KKP di Jakarta, Jumat.
Ia mengatakan capaian tersebut merupakan hasil komitmen KKP dalam memberikan akses pendidikan vokasi kepada keluarga pelaku utama sektor kelautan dan perikanan.
KKP mencatat dari total 6.269 mahasiswa aktif pendidikan vokasi KKP saat ini, sebanyak 5.398 orang atau 86,11 persen berasal dari keluarga pelaku utama sektor kelautan dan perikanan.
Secara keseluruhan, KKP meluluskan 1.853 talenta muda vokasi pada tahun ini.
Nyoman menyebut sebanyak 432 lulusan di antaranya telah terserap di dunia kerja nasional maupun internasional sebelum diwisuda, sementara sebagian lainnya memilih menjadi wirausaha di bidang budi daya, pengolahan, dan pemasaran hasil perikanan.
Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan Didit Herdiawan Ashaf mengatakan pendidikan vokasi KKP dirancang untuk menghasilkan sumber daya manusia yang kompeten, berintegritas, dan mampu menjawab kebutuhan pembangunan sektor kelautan dan perikanan.
Menurut dia, meningkatnya berbagai program prioritas pemerintah di sektor kelautan dan perikanan akan diikuti dengan kebutuhan tenaga kerja yang semakin besar sehingga pendidikan vokasi menjadi salah satu instrumen untuk menyiapkan SDM yang terampil dan adaptif.
"Wisuda nasional ini menjadi bukti nyata bahwa pendidikan vokasi KKP tidak sekadar meluluskan mahasiswa, tetapi membuka jalan lahirnya generasi baru yang siap berinovasi, meningkatkan produktivitas, dan memberikan nilai tambah langsung bagi masyarakat pesisir," kata Didit.
Untuk meningkatkan kualitas lulusan, Didit mengatakan bahwa KKP juga mengembangkan Ocean Institute of Indonesia (OII) sebagai transformasi lembaga pendidikan tinggi vokasi, yang mengintegrasikan kurikulum berbasis praktik, sertifikasi profesi industri, serta penyelarasan dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.
Baca juga: Menteri Trenggono: Pendidikan vokasi harus ciptakan SDM unggul
Baca juga: Sekolah vokasi perikanan di bawah KKP agar sambung hulu-hilir
Baca juga: KKP: 1.200 lulus seleksi pendidikan vokasi KP tahun Akademik 2025/2026
Pewarta: Shofi Ayudiana
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































