Karawang (ANTARA) - Perusahaan Umum (Perum) Damri menyebutkan pemesanan tiket mudik Lebaran mulai menunjukkan tren peningkatan cukup signifikan, menjelang puncak arus mudik pada 17 Maret 2026.
Head of Corporate Communication Perum Damri, P Septian Adri S melalui keterangannya yang diterima di Karawang, Jawa Barat, Selasa, menyampaikan di sejumlah tanggal favorit, tingkat keterisian kursi bus Damri telah mencapai 50 persen, meskipun periode puncak masih beberapa hari lagi.
"Angka ini menunjukkan bahwa masyarakat tidak menunggu mendekati Lebaran untuk membeli tiket," katanya.
Dalam beberapa hari terakhir, Septian menyebutkan kalau pemesanan tiket bus Damri meningkat tajam, terutama untuk keberangkatan H-3 hingga H-1 Lebaran.
Damri memproyeksikan akan melayani sebanyak 2.765.342 pelanggan pada periode Angkutan Lebaran 1447 H/2026.
Proyeksi tersebut meningkat 34 persen dibandingkan realisasi tahun sebelumnya, seiring dengan penguatan kapasitas operasional dan optimalisasi layanan di berbagai wilayah operasional.
Sementara untuk mengantisipasi tingginya minat tersebut, Damri telah melakukan optimalisasi pada saluran pemesanan tiket untuk fleksiblitas dan peningkatan layanan optimal, guna mengakomodasi lonjakan transaksi selama periode mudik lebaran.
"Setiap tahun kami melihat pola peningkatan transaksi secara signifikan dalam waktu singkat menjelang puncak mudik. Sistem pemesanan kami dirancang untuk mengelola lonjakan tersebut, namun masyarakat tetap kami imbau untuk melakukan pembelian lebih awal, khususnya pada tanggal-tanggal favorit untuk kepastian kursi dan fleksibilitas jadwal," katanya.
Disebutkan, pemesanan tiket dapat dilakukan secara mudah dan aman melalui Damri Apps, website damri.co.id, maupun kanal penjualan tiket resmi Damri lainnya.
Baca juga: Jasa Raharja dan Damri perkuat koordinasi keselamatan angkutan umum
Baca juga: Perum Damri layani angkutan perintis di Kepulauan Karimunjawa Jepara
Baca juga: Damri siap angkut 1,3 juta penumpang selama libur Natal dan Tahun Baru
Pewarta: M.Ali Khumaini
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































