Pelatih Iran bangga dengan timnya meski harus menunggu ke 32 besar

3 hours ago 2

Jakarta (ANTARA) - Pelatih timnas Iran Amir Ghalenoei mengaku bangga dengan pencapaian timnya meski berstatus menunggu untuk lolos ke babak 32 besar, setelah imbang 1-1 melawan Mesir pada laga penentu Grup G Piala Dunia 2026 di Stadion Lumen, Seattle, Sabtu.

"Pemain memberikan segalanya dalam situasi yang sangat sulit dan kini kami harus menunggu serta berharap hasil di grup lain berpihak kepada kami," kata dia seusai laga dalam laman FIFA.

Hasil tersebut membuat Iran mengakhiri fase grup di peringkat ketiga dengan tiga poin dari tiga laga yang sudah dilakoni.

Posisi itu menggantung nasib mereka untuk melangkah ke babak selanjutnya.

Iran yang berjuluk Team Melli harus menunggu hasil pertandingan di Grup E, F, I, dan J untuk mengetahui apakah mereka mampu melaju sebagai salah satu tim peringkat ketiga terbaik.

Baca juga: Rudi Garcia puji pemain senior usai Belgia tekuk Selandia Baru 5-1

Ghalenoei mengapresiasi kerja keras anak asuhnya sepanjang turnamen.

Dia menilai para pemain telah menunjukkan karakter kuat meski menghadapi berbagai tantangan selama mengikuti Piala Dunia 2026.

Iran sempat tertinggal lebih dulu melalui gol Mahmoud Saber pada menit kelima sebelum mampu menyamakan kedudukan lewat Ramin Rezaeian pada menit ke-14.

Pada pengujung pertandingan, Iran sebenarnya sempat mencetak gol melalui Shoja Khalilzadeh saat menit ke-90+3.

Namun, setelah peninjauan VAR, gol tersebut dianulir wasit karena offside sehingga skor 1-1 bertahan hingga peluit akhir berbunyi.

Sementara itu, hasil imbang tersebut memastikan Mesir finis sebagai runner-up Grup G dengan lima poin dan lolos ke babak 32 besar. Mereka otomatis mendampingi Belgia yang menempati posisi pertama.

Baca juga: Pelatih Mesir puji mental pemain usai lolos ke 32 Besar

Baca juga: Graham Arnold berharap Irak petik pengalaman berharga

Penerjemah: Donny Aditra
Editor: Eka Arifa Rusqiyati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |