Kairo (ANTARA) - Di bawah arahan strategis kedua kepala negara, Mesir dan China bergandengan tangan membangun masa depan yang lebih baik berdasarkan visi jangka panjang serta menjadikan hubungan kedua negara sebagai model dalam membangun komunitas dengan masa depan bersama bagi umat manusia, kata seorang pejabat senior Mesir sebagaimana warta Xinhua.
Presiden China Xi Jinping telah mengakhiri kunjungan kenegaraannya ke Mesir pada Rabu (2/9). Osama El-Gohary, asisten Perdana Menteri Mesir sekaligus ketua Pusat Dukungan Informasi dan Pengambilan Keputusan (Information and Decision Support Center/IDSC), mengatakan bahwa kunjungan Xi memiliki makna penting yang melampaui hubungan bilateral.
"Diplomasi kepala negara memberikan visi strategis dan arahan politik bagi perkembangan hubungan Mesir-China," katanya dalam sebuah wawancara tertulis dengan Xinhua, seraya menilai komunikasi yang erat antara Presiden Mesir Abdel Fattah El-Sisi dan Xi sebagai salah satu pendorong penting di balik pertumbuhan hubungan bilateral dalam beberapa tahun terakhir.
Sejak hubungan diplomatik kedua negara tersebut terjalin 70 tahun lalu, kedua pihak senantiasa menjunjung tinggi sikap saling menghormati dan kesetaraan, menghormati jalur pembangunan masing-masing, serta mengupayakan kerja sama yang saling menguntungkan dan menghasilkan manfaat bersama, ujar pejabat tersebut.
"Kepercayaan politik yang terbangun selama 70 tahun tidak hanya memberikan landasan yang kuat untuk membangun masa depan yang lebih baik, tetapi juga meletakkan dasar yang kokoh bagi kemitraan dinamis yang mampu menghadapi berbagai tantangan," kata dia.
Menilik kembali perkembangan hubungan bilateral, El-Gohary mengatakan kerja sama Mesir-China menunjukkan kemampuan adaptasi dan kreativitas yang kuat, dengan cakupannya yang terus meluas.
Terlepas dari kerap terjadinya konflik geopolitik dan meningkatnya ketidakpastian ekonomi di seluruh dunia, kedua negara tetap berkomitmen teguh untuk mempertahankan dan mengembangkan hubungan bilateral mereka di tengah lanskap global yang terus berubah, ujarnya.
"Dengan tekad strategis yang berharga ini, kedua pihak telah memperkuat konsultasi dan koordinasi, serta terus memperluas cakupan kerja sama, yang memiliki arti khusus di era yang penuh ketidakpastian," kata pejabat tersebut.
El-Gohary mengatakan bahwa arahan strategis diplomasi kepala negara membantu kedua belah pihak mengubah konsensus politik menjadi proyek bersama yang lebih praktis serta memperluas bidang-bidang kerja sama.
Mesir merupakan negara Arab dan Afrika pertama yang menjalin hubungan diplomatik dengan Republik Rakyat China. El-Gohary mengatakan kedua negara terus menjaga koordinasi mengenai isu-isu internasional dan regional serta memainkan peran yang semakin penting dalam kerja sama Arab-China, Afrika-China, dan kerja sama Selatan-Selatan.
Dia menggambarkan Mesir sebagai jembatan potensial yang menghubungkan China dengan dunia Arab dan Afrika, sembari memandang China sebagai mitra penting dalam upaya pembangunan dan modernisasi Mesir.
"Memperdalam kemitraan antara kedua negara dapat menghasilkan dampak positif di luar kerangka kerja bilateral serta berkontribusi pada pembangunan, stabilitas, dan kerja sama regional," ujar El-Gohary.
Penerjemah: Xinhua
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































