PCO: SMA Garuda diharapkan hasilkan siswa yang masuk kampus top dunia

6 hours ago 2
“SMA Garuda akan berperan menghasilkan lulusan SMA yang mampu menembus kampus-kampus top dunia dan meningkatkan kualitas pendidikan,”

Jakarta (ANTARA) - Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO) menyebut SMA Garuda, yang merupakan salah satu program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, diharapkan menghasilkan lulusan-lulusan yang mampu diterima oleh universitas-universitas ternama dunia.

Tenaga Ahli Utama Kantor Komunikasi Kepresidenan Chacha Annisa kepada wartawan di Jakarta, Rabu, menjelaskan adanya SMA Garuda menjadi salah satu strategi pemerintah meningkatkan kualitas pendidikan, khususnya di tingkat sekolah menengah atas.

“SMA Garuda akan berperan menghasilkan lulusan SMA yang mampu menembus kampus-kampus top dunia dan meningkatkan kualitas pendidikan,” kata Chacha Annisa.

Presiden Prabowo Subianto pada tanggal 27 Maret 2025 telah menerbitkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 7 Tahun 2025 tentang Percepatan Pelaksanaan Program Pembangunan dan
Revitalisasi Satuan Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Pembangunan dan Pengelolaan Sekolah Menengah Atas Unggul Garuda, dan
Digitalisasi Pembelajaran. Inpres itu pun menjadi dasar dibentuknya SMA Garuda di beberapa wilayah Indonesia.

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi pun kemudian menetapkan 12 sekolah menengah atas di beberapa daerah untuk bertransformasi menjadi Sekolah Garuda. Pemerintah juga akan membangun lima Sekolah Garuda baru di Ibu Kota Nusantara (IKN), Bangka Belitung, Sulawesi Utara, Nusa Tenggara Timur, dan Papua Tengah.

“Presiden Prabowo Subianto melihat asas yang paling utama adalah memberikan akses yang merata dan adil bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia, diutamakan pula para siswa yang berprestasi dari luar Pulau Jawa,” kata Chacha.

Dia melanjutkan ada tiga sektor yang akan menjadi perhatian dalam pengelolaan Sekolah Garuda nantinya, yaitu pembinaan siswa, pelatihan guru dan manajemen sekolah.

Chacha menjelaskan pembinaan siswa dilakukan dengan intervensi komprehensif yang mencakup persiapan akademik, pengembangan diri, pengemasan personal branding, penilaian kecocokan dan pemilihan universitas, pemenuhan komponen aplikasi, serta persiapan pra-keberangkatan. Sementara itu, pelatihan guru meliputi program komprehensif dalam strategi bimbingan siswa untuk persiapan akademik, pemilihan dan implementasi ekstrakurikuler, penulisan esai, serta penyusunan surat rekomendasi yang kuat.

Terakhir, pelatihan manajemen sekolah nantinya akan berfokus pada college counselor yang bertugas menjalin kerja sama langsung dengan universitas-universitas top dunia, dan mendampingi siswa agar tak menghadapi kendala selama proses pendaftaran masuk universitas.

Pewarta: Genta Tenri Mawangi
Editor: Agus Setiawan
Copyright © ANTARA 2025

Read Entire Article
Rakyat news | | | |