Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Kota Jakarta Utara memastikan takjil atau panganan berbuka puasa yang dijual di Jalan Semangka RW 09 dan RW 10, Kelurahan Lagoa, Kecamatan Koja, bebas dari bahan berbahaya seperti formalin, boraks dan pewarna non-makanan termasuk rhodamin B.
“Sebanyak 58 sampel makanan takjil yang berasal dari pedagang di Jalan Semangka diuji menggunakan 'rapid test' untuk mendeteksi kandungan zat kimia berbahaya dan hasilnya aman dikonsumsi,” kata Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Ekbang) Sekretaris Kota Jakarta Utara, Wawan Budi Rohman di Jakarta, Rabu.
Dalam pengujian sampel makanan, pihaknya bekerjasama dengan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Jakarta dan Suku Dinas Kesehatan Jakarta Utara melalui kegiatan Pembinaan dan Pengawasan Keamanan Pangan Takjil dan Jajanan di wilayah Kelurahan Lagoa.
Menurut dia, berdasarkan hasil pengujian di lokasi, seluruh sampel tersebut dinyatakan aman dikonsumsi karena tidak ditemukan kandungan bahan berbahaya.
Pengambilan sampel dilakukan secara acak terhadap berbagai jenis makanan populer, seperti kue basah, lontong, tahu goreng, es pisang hijau, otak-otak mercon serta aneka gorengan.
Selain pengujian, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi kepada para pedagang agar tidak menggunakan bahan yang tidak sesuai dengan peraturan yang telah ditetapkan oleh BPOM.
“Upaya ini juga untuk menjaga kualitas, kebersihan dan keamanan pangan yang dijual kepada masyarakat,” kata dia.
Lurah Lagoa, Yuyun Wahyudi mengapresiasi pedagang yang telah mematuhi standar keamanan pangan. "Pengawasan rutin seperti ini merupakan bagian dari upaya untuk melindungi kesehatan masyarakat selama bulan suci Ramadhan,” katanya.
Baca juga: BBPOM DKI lakukan pengawasan takjil di lima wilayah selama Ramadhan
Baca juga: BBPOM DKI temukan takjil mengandung pewarna tekstil
Pewarta: Mario Sofia Nasution
Editor: Sri Muryono
Copyright © ANTARA 2026


















































