Banjarmasin (ANTARA) - Pakar pendidikan dari Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Prof Ahmad Suriansyah MPd, PhD mengatakan kurikulum pada Sekolah Rakyat idealnya memiliki relevansi yang tinggi dengan kebutuhan lokal dan berbasis pada keterampilan hidup.
"Jadi selain bertujuan menghasilkan SDM berkarakter yang cerdas, Sekolah Rakyat juga harus mencetak generasi mandiri yang siap meningkatkan taraf hidup mereka di masa depan," katanya di Banjarmasin, Senin.
Ia menyatakan kebijakan Sekolah Rakyat yang diluncurkan Presiden Prabowo Subianto harus didukung karena sangat strategis dalam rangka memenuhi hak dasar warga negara terhadap pendidikan dan merupakan bukti pemerintah menjalankan amanah UUD 1945 dan UU Pendidikan Nasional.
"Meskipun demikian, jangan sampai Sekolah Rakyat berjalan hanya formalitas sehingga perlu dikawal betul agar pelaksanaannya sesuai dengan tujuan mulianya menekan angka putus sekolah dan meningkatkan kualitas pendidikan," ujarnya.
Menurut dia, diperlukan pemetaan dan identifikasi data anak-anak yang betul-betul memiliki keterbatasan dalam akses pendidikan dan ekses ekonomi.
Kemudian hal yang terpenting juga adalah kepemimpinan dan manajemen Sekolah Rakyat agar dikelola oleh para pemimpin dan guru yang unggul, baik keilmuan, skill kependidikan maupun karakter.
"Hal ini sangat penting dan terbukti dari berbagai kajian sosok kepemimpinan ini merupakan faktor penentu kualitas pendidikan di sekolah," kata Koordinator S3 Administrasi Pendidikan ULM ini.
Baca juga: Sekolah Rakyat bawa perubahan nyata kesehatan dan prestasi siswa
Ia mengatakan program ini melibatkan beberapa kementerian sehingga memerlukan koordinasi yang kuat dan harmonis agar tidak terjadi ego sentris. Dengan demikian, terjadi integrasi yang kuat sebagai program strategis.
"Di sinilah diperlukan manajemen dan kepemimpinan yang excellent," katanya.
Terkait sistem Sekolah Rakyat dilaksanakan dengan berasrama, ujar dia, maka diperlukan manajemen pendidikan karakter model berasrama.
Ia menyebut banyak temuan penelitian yang membuktikan karakter dan kecerdasan anak dapat dibentuk melalui pendidikan berasrama.
Apalagi dilaksanakan dengan berbasis nilai-nilai religius dan nilai budaya yang berkembang di masyarakat lokal.
"Kita yakin adanya program ini dapat meningkatkan kualitas manusia yang berkarakter bukan hanya sebagai strategi pemenuhan hak pendidikan, tetapi pemenuhan hak rakyat terhadap pendidikan berkualitas," kata dosen berprestasi ULM peringkat 32 dunia peneliti bidang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) berdasarkan AD Scientific Index tahun 2025 ini.
Baca juga: Program Sekolah Rakyat untuk memotong rantai kemiskinan
Presiden Prabowo Subianto hari ini meresmikan operasional 166 Sekolah Rakyat yang tersebar di 34 provinsi di Indonesia, bertempat di Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) 9 Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan.
Pewarta: Firman
Editor: Bambang Sutopo Hadi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































