Pakai masker, kualitas udara Jakarta terburuk di dunia pada Rabu pagi

2 hours ago 2

Jakarta (ANTARA) - Kualitas udara Jakarta pada Rabu pagi menjadi yang terburuk di dunia, berdasarkan data situs pemantau kualitas udara IQAir pada pukul 06.00 WIB.

Indeks kualitas udara (AQI) kota metropolitan itu berada di angka 183 dengan angka partikel halus atau particulate matter (PM) 2.5 berkonsentrasi sekitar 100 mikrogram per meter kubik, sehingga masuk ke dalam kategori tidak sehat.

Masyarakat pun dianjurkan agar menghindari aktivitas di luar ruangan, atau jika berada di luar ruangan, maka sebaiknya menggunakan masker.

Kota dengan kualitas udara terburuk kedua di dunia, yakni Doha (Qatar) dengan indeks kualitas udara di angka 176, kemudian di urutan ketiga Lahore (Pakistan) dengan indeks kualitas udara di angka 171, dan urutan keempat Manama (Bahrain) dengan indeks kualitas udara di angka 162.

Sementara itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menerapkan tiga strategi utama untuk memperbaiki kualitas udara.

Strategi pertama, yakni perluasan jangkauan layanan bus Transjabodetabek untuk mengurangi penggunaan kendaraan pribadi, di antaranya rute Blok M-Alam Sutera, Blok M-PIK 2, dan Blok M-Bandara Soekarno Hatta.

Kedua, yaitu menargetkan pengoperasian 10.000 bus listrik Transjakarta pada 2030, mengingat saat ini, sektor transportasi menyumbang 50 persen emisi gas buang di Jakarta

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung pun mengajak seluruh masyarakat untuk memanfaatkan layanan transportasi publik yang telah disediakan Pemprov DKI.

Strategi ketiga, yaitu dengan mengoptimalkan pemanfaatan fasilitas pengolahan sampah Refused Derived Fuel (RDF) di Rorotan, Jakarta Utara.

Baca juga: BMKG sebut suhu udara Jakarta terasa lebih gerah

Baca juga: Pemprov DKI ajak warga jaga kualitas udara lewat #SatuLangkahDulu

Baca juga: Penerapan kawasan rendah emisi tekan polusi udara di Jakarta

Pewarta: Redemptus Elyonai Risky Syukur
Editor: Rr. Cornea Khairany
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |